facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Korban Banjir Pesisir Selatan Butuh Makanan hingga Air Bersih

Riki Chandra Selasa, 21 Desember 2021 | 06:15 WIB

Korban Banjir Pesisir Selatan Butuh Makanan hingga Air Bersih
Banjir di Pesisir Selatan. [Dok.Covesia.com]

Warga korban banjir di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), butuh makanan siap saji, pakaian dan air bersih.

SuaraSumbar.id - Warga korban banjir di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), butuh makanan siap saji, pakaian dan air bersih. Seperti diketahui, daerah Pesisir Selatan merata diterjang banjir pada Jumat Jumat (17/12/2021) lalu.

Sejumlah nagari yang membutuhkan bantuan makanan siap saji, air bersih dan pakaian pasca banjir di antaranya Nagari Binjai Tapan, Kampuang Tangah Tapan, Nagari di Silaut dan beberapa kampung di Kecamatan Lengayang.

Banjir besar yang melanda kecamatan tersebut cukup parah. Banjir merendam hampir seluruh rumah di wilayah itu. Sehingga, kebutuhan pokok warga seperti beras, pakaian basah terendam banjir.

Begitupun dengan sumber air bersih warga tidak bisa digunakan untuk keperluan memasak dan minum warga sekitar. Lantasan, air sumur yang mereka gunakan sabun hari bercampur dengan lumpur bekas banjir, dan air PDAM juga mati.

Baca Juga: Korban Tewas Akibat Banjir di Malaysia Bertambah, Total Ada 4 Nyawa Hilang

"Pakaian, beras kami kemarin ikut basah karena banjir. Jadi kami sangat membutuhkan bantuan pakaian dan makanan," sebut Tapan Redi (34) seorang warga Kampung Tangah, dikutip dari Covesia.com - jaringan Suara.com, Senin (20/12/2021).

Menurutnya, kondisi yang diamalami saat ini tidak hanya di Kenagarian Kampung Tangah Tapan saja. Namun, kondisi ini juga di alami warga di Nagari Binjai Tapan, dan di Kecamatan BAB Tapan yang terdampak banjir.

"Kalau tempat kami air PDAM tidak ada. Tapi, di BAB Tapan, Silaut ada. Tapi, menurut informasi dari beberapa warga disana air PDAM putus," ucapnya.

Selain pakaian dan makan, warga yang terdampak banjir juga membutuhkan pasokkan air bersih pasca banjir. Sebab, sumber air yang ada saat ini masih belum bisa digunakan untuk memasak.

"Air karuh dan bercampur lumpur. Kami sangat membutuhkan pasokkan air bersih. Untuk memenuhinya, kami terpaksa harus membeli air galon untuk memasak dan mancuci. Kalau terus seperti ini, biayanya cukup besar,"keluhnya.

Baca Juga: Warga Korban Banjir di Tapanuli Selatan Sumut Butuh Bantuan

Sementara itu, sampai saat ini dirinya masih belum tersentuh bantuan dari pihak pemerintah. Terutama dari Dinas Sosial Kabupaten.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait