alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Predator Seks Anak Marak di Padang, Gadis 16 Tahun di Bukittinggi Dijual Rp 1,2 Juta

Riki Chandra Selasa, 23 November 2021 | 05:15 WIB

Predator Seks Anak Marak di Padang, Gadis 16 Tahun di Bukittinggi Dijual Rp 1,2 Juta
Delapan predator seks anak yang telah dibekuk Satreskrim Polresta Padang. [Suara.com/B. Rahmat]

Kasus pencabulan anak di bawah umur marak terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Polisi mencatat 6 kasus pencabulan terjadi selama November 2021.

SuaraSumbar.id - Kasus pencabulan anak di bawah umur marak terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Polisi mencatat 6 kasus pencabulan terjadi selama November 2021. Dari jumlah kasus tersebut, 8 orang predator seks anak telah meringkuk di sel tahanan Polresta Padang.

Di Kota Bukittinggi, polisi juga mengungkap kasus perdagangan manusia. Seorang gadis belia usia 16 tahun dijual ke pria hidung belang. Sekali kencan tarifnya mencapai Rp 1,2 juta. Berikut 5 berita menarik di Sumbar sepanjang Senin (22/11/2021).

1. Waspada! Predator Seks Anak Marak di Padang, 8 Pelaku Diciduk dalam Sebulan

Delapan predator seks anak yang telah dibekuk Satreskrim Polresta Padang. [Suara.com/B. Rahmat]
Delapan predator seks anak yang telah dibekuk Satreskrim Polresta Padang. [Suara.com/B. Rahmat]

Kasus pencabulan anak di bawah umur marak terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Selama November 2021 saja, polisi mencatat 6 kasus pencabulan dengan 8 orang tersangka.

Baca Juga: Kecewa dengan Pengerjaan Proyek Drainase, Anggota DPRD Bukittinggi Ngamuk

Korban predator seks ini adalah anak-anak berumur 5 sampai belasan tahun. Mayoritas pelakunya adalah orang-orang dekat dengan korban sendiri.

Baca selengkapnya

2. Kecewa dengan Pengerjaan Proyek Drainase, Anggota DPRD Bukittinggi Ngamuk

Anggota DPRD Kota Bukittinggi saat sidak proyek drainase. [Dok.ANTARA]
Anggota DPRD Kota Bukittinggi saat sidak proyek drainase. [Dok.ANTARA]

Seorang anggota DPRD Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), mengamuk hingga terlibat adu mulut dengan pengawas proyek drainase. Hal itu terjadi saat anggota DPRD Kota Bukittinggi Ibra Yasser melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke lokasi pekerjaan bernilai Rp 12,9 miliar itu.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bukittinggi itu sidak lantaran intruksinya terhadap pelaksana proyek tidak diindahkan. Sampai di sana, Ibra bahkan terlibat cekcok dengan pengawas proyek yang ada di lapangan.

Baca Juga: Gadis Korban Perdagangan Seks di Bukittinggi Ngaku Dijual Rp 1,2 Juta Sekali Kencan

Baca selengkapnya

3. Gadis Korban Perdagangan Seks di Bukittinggi Ngaku Dijual Rp 1,2 Juta Sekali Kencan

Predator Seks Anak Marak di Padang, Gadis 16 Tahun di Bukittinggi Dijual Rp 1,2 Juta - 3

Polisi mengungkap kasus perdagangan seks yang melibatkan gadis di bawah umur di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar). Pelakunya kini telah meringkuk di sel tahanan Polres Bukittinggi.

Kepada polisi, gadis berinisial A (16) itu mengaku menerima tawaran dari pelaku G (32) karena terdesak kebutuhan ekonomi. Dia dijual ke pria hidung belang seharga Rp 1,2 juta sekali kencan.

Baca selengkapnya

4. Kehadiran Bandara Rokot Bakal Lepaskan Mentawai dari Status Daerah Tertinggal

Proses pembangunan Badara Rakot, Mentawai, Sumatera Barat yang ditargetkan rampung pada Agustus 2022. [Dok.ANTARA]
Proses pembangunan Badara Rakot, Mentawai, Sumatera Barat yang ditargetkan rampung pada Agustus 2022. [Dok.ANTARA]

Kehadiran Bandara Rokot diyakini akan melepaskan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), dari status daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Hal ini dinyatakan Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet. Dia optimis jika Bandara Rokot rampung dibangun, akses ke Mentawai akan semakin cepat dan baik.

Baca selengkapnya

5. Geger Penemuan Mayat Pria Tergeletak di Pinggir Jalan Dharmasraya

Ilustrasi mayat. [Antara]
Ilustrasi mayat. [Antara]

Penemuan sesosok mayat pria di pinggir jalan Nasional di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), menggegerkan masyarakat. Jasad pria bernama Irul (35) itu ditemukan tergeletak pada Senin (22/11/2021).

Kabar penemuan mayat ini dibenarkan Camat Koto Baru Dharmasraya, Marco. Menurutnya, mayat itu pertama kali ditemukan warga yang sedang melintas.

Baca selengkapnya

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait