alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Komnas Perlindungan Anak Desak Pelaku Cabul 2 Bocah di Padang Dikebiri

Riki Chandra Kamis, 18 November 2021 | 19:29 WIB

Komnas Perlindungan Anak Desak Pelaku Cabul 2 Bocah di Padang Dikebiri
Ketua Komnas Anak Arist Merdeka Sirait saat acara peluncuran Komnas Anak TV di Kantor Komisi Nasional Anak Indonesia, Jakarta Timur, Senin (12/4/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Kasus pencabulan 2 bocah di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mendapat kecaman dari berbagai pihak.

SuaraSumbar.id - Kasus pencabulan 2 bocah di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mendapat kecaman dari berbagai pihak. Pasalnya, pencabulan tersebut dilakukan oleh kakek, paman, kakak hingga tetangga korban.

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menyebut aksi pencabulan tersebut sangat biadab. Hal itu harus menjadi atensi serius semua pihak, terutama penegak hukum.

"Perbuatan para pelaku merupakan perbuatan tindak pidana bergerombol (Geng Rape) dan tindak pidana luar biasa (extraordinary crime) serta perbuatan biadap," terang Arist Merdeka Sirait, dikutip dari Covesia.com - jaringan Suara.com, Kamis (18/11/2021).

Menurut Arist, para pelaku patut dijerat dengan UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak junto Undang-undang Nomor: 35 tahun 2014 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman seumur hidup dan dengan hukuman tambahan berupa kebiri melalui suntik kimia.

Baca Juga: Tiga Pelaku Pencabulan Dua Bocah di Kota Padang Resmi Jadi Tersangka

Mengingat unsur tindak pidana serangan seksualitas terhadap kedua anak itu sudah terpenuhi, Komnas Perlindungan Anak sebagai institusi independen yang mengurus pembelaan dan perlindungan Anak di Indonesia mendesak dan meminta pihak kepolisian di Kota Padang untuk menjerat pelaku dengan hukuman tambahan berupa kebiri (Kastrasi) melalui suntik kimia.

"Harapan saya, Polres Kota Padang tidak ragu-ragu menjerat pelaku dengan ketentuan itu. Sehingga Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga dapat menuntut pelaku dengan hukuman paling tidak 20 tahun dan atau seumur hidup serta hukuman tambahan berupa kebiri dengan suntik kimia. Karena dilakukan oleh orang terdekat yang mempunyai kewajiban melindungi anak. Artinya dapat ditambahkan sepertiga dari pidana pokoknya," tegas Arist.

Lebih jauh Arist menjelaskan bahwa korban dua orang kakak beradik berusia 5 dan 7 tahun yang telah menjadi korban kekerasan seksual oleh kakek, paman serta kakak dan tetangga korban.

Arist mejelaskan, kedua korban mendapat serangan kejahatan seksual di hari yang berbeda oleh para pelaku. Pertama yang melakukan adalah kakek korban kemudian di hari berikut dilakukan oleh 5 pelaku lainnya.

Perbuatan pelaku terungkap setelah korban mengadu ke tetangga. Kedua korban tidak melaporkan karena takut dan diancam pelaku. Namun, tetangga korban kemudian berkoordinasi dengan RT setempat, lalu melaporkannya kejadiannya ke Mapolresta Padang.

Baca Juga: Polisi Periksa 7 Saksi Kasus Pencabulan 2 Bocah di Padang, Ibu Korban Tak Datang

Hasil visum menunjukkan ada kerusakan serius di alat vital korban di bagian kemaluan dan dubur.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait