alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Heboh Jokowi Beli Mobil Dinas Baru Rp 12 Miliar Saat Pandemi, Begini Faktanya

Riki Chandra Minggu, 01 Agustus 2021 | 09:10 WIB

Heboh Jokowi Beli Mobil Dinas Baru Rp 12 Miliar Saat Pandemi, Begini Faktanya
CEK FAKTA Mobil Dinas Baru Presiden Harga Rp 12 Miliar Dibeli Saat Pandemi. (Turnbackhoax.id)

Narasi pemerintah membeli mobil dinas baru untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) seharga Rp 12 miliar saat pandemi Covid-19 beredar di media sosial.

SuaraSumbar.id - Narasi pemerintah membeli mobil dinas baru untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) seharga Rp 12 miliar saat pandemi Covid-19 beredar di media sosial.

Narasi itu dibagikan akun Facebook bernama Brad Harris di grup “JOKOWI PRESIDEN GAGAL”. Akun ini memposting gambar seorang yang mirip Presiden Joko Widodo alias Jokowi sedang duduk di dalam mobil mewah.

Dalam narasinya, Brad mengklaim bahwa Presiden membeli mobil dinas baru bermerek Mercy atau Mercedes-Benz Pullman Guard S600. Mobil itu dibeli seharga Rp12 miliar pada tahun 2020.

Akun ini menyebut mobil dibeli di tengah hantaman pandemi Covid-19. Postingan Brad itu telah mendapat 543 likes dan telah dibagikan 13 kali.

Baca Juga: Jokowi Enggan Lockdown Karena Rakyat Menjerit, Pakar: Tak Terjadi Jika Tanggungjawab Penuh

Adapun narasi yang dibagikan sebagai berikut:

"Katanya ini foto editan/hoax, bs jg bener hoax, tp mobil Mercy Pullman Guard S 600, dg harga berkisar 12 M ini bkn hoax.

Ini mobil dinas presiden yg baru, yg katanya si presiden tersebut adalah presiden yg ngerakyat. Dibeli thn 2020 saat pandemi copid dimana banyak rakyat yg hidupnya pd susah."

Benarkah klaim tersebut?

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id - jaringan Suara.com, narasi mobil dinas baru seharga Rp 12 miliar bagi presiden tidak benar.

Baca Juga: CEK FAKTA: Mobil Dinas Baru Presiden Harga Rp 12 Miliar Dibeli saat Pandemi, Benarkah?

Faktanya, mobil dinas baru buatan Jerman dengan merek Mercedes-Benz S600 Guard telah dipesan sejak tahun 2019. Mobil itu kemudian tiba di Indonesia pada awal tahun yakni 08 Januari 2020, dimana pandemi Covid-19 belum diumumkan WHO.

WHO sendiri baru resmi mengumumkan virus corona sebagai pandemi global pada 11 Maret 2020. Sedangkan pengumuman resmi virus corona masuk Indonesia pada 2 Maret 2020.

Asisten Deputi Humas Kemensetneg, Eddy Cahyono menjelaskan mobil VVIP Kepresidenan akan diganti sesuai anggaran 2019. Kemensetneg mengadakan kendaraan kepresidenan sebanyak dua unit, melalui Sistem Penunjukan Langsung.

"Berdasarkan pertimbangan teknis, antara lain faktor keamanan, keandalan, dan efisiensi atas biaya pemeliharaan yang semakin mahal karena usia pemakaian, perlu dilakukan penggantian," jelas Eddy dalam siaran persnya, Jumat 23 Agustus 2019.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memakai mobil Kepresidenan warisan Mantan Presiden SBY, yakni Mercedes-Benz Pullman Guard S600. Mobil itu telah berusia 10 tahun.

Untuk diketahui, Mercedes-Benz Guard S600 adalah versi terbaru. Mobil ini telah dilengkapi sistem keamanan tinggi. Di antaranya peralatan keamanan dan komunikasi yang canggih, serta mampu menahan serangan peluru, bom dan granat.

Sementara itu, Deputy Marketing Communication Mercedes-Benz Indonesia (MBI) Hari Arifianto, mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat memberikan informasi soal harga mobil presiden. Hal ini dikarenakan kebijakan prisipal dan hubungan kenegaraan.

“Untuk harga kita tidak bisa sebutkan, ini ranahnya prinsipal serta hubungan kenegaraan. Tapi memang yang jelas dengan spesifikasi khusus maka biayanya tidak bisa disamakan dengan yang (S600)t reguler,” ujar Hari, Minggu (26/8/2019).

Adapun foto yang digunakan Bred Harris untuk mendukung klaimnya juga terbukti hoaks. Foto seorang yang mirip Presiden Jokowi tersebut telah diedit.

KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas, maka narasi presiden membeli mobil dinas baru seharga Rp 12 miliar selama pandemi Covid-19 adalah hoaks.

Narasi itu masuk dalam kategori konten yang menyesatkan atau misleading content.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait