alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Presiden Jokowi Akui Pemerintah Kecolongan Munculnya Varian Delta di Indonesia

Wakos Reza Gautama Jum'at, 30 Juli 2021 | 14:22 WIB

Presiden Jokowi Akui Pemerintah Kecolongan Munculnya Varian Delta di Indonesia
Ilustrasi Presiden Jokowi. Presiden Jokowi akui pemerintah kecolongan munculnya COVID-19 varian delta di Indonesia. [Foto : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]

Menurut Presiden Jokowi, kemunculan COVID-19 varian Delta di Indonesia tidak terprediksi sebelumnya.

"WHO pun belum bisa memprediksi juga, sekali lagi kita ini selalu yang kita jalankan adalah sisi kesehatannya bisa kita tangani tapi sisi ekonominya pelan-pelan harus dijalankan," ungkap Presiden.

Pemerintah, menurut Presiden Jokowi, tidak memilih opsi "lockdown" karena belum tentu memberikan solusi bagi masalah COVID-19.

"Tidak bisa kita tutup, 'lockdown' seperti negara lain, 'lockdown' artinya tutup total, kemarin PPKM Darurat kan semi 'lockdown', itu masih semi saja saya masuk kampung, saya masuk ke daerah semuanya menjerit untuk dibuka. 'Lockdown' itu juga belum bisa menjamin permasalahan bisa selesai," jelas Presiden.

Namun Presiden Jokowi menargetkan pada akhir 2021, vaksinasi kepada 70 persen penduduk Indonesia dapat selesai.

Baca Juga: Driver Ojol Desak Jokowi Turun: Jangan Cengengesan di Atas Derita Rakyat, Cek Faktanya?

"Insya Allah kalau sudah 70 persen vaksinasi paling tidak daya tular dari virus ini menjadi agak terhambat, kalau sudah tercapai yang namanya kekebalan komunal atau 'herd immunity'," ungkap Presiden.

Sebelumnya Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan varian delta saat ini mendominasi penularan di Indonesia yaitu sebanyak 85 persen.

Varian virus ini memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi Selain itu, varian ini juga menyebabkan gejala yang lebih parah dibanding jenis virus aslinya.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 per 29 Juli 2021, total kasus COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 3.331.206 kasus dengan penambahan dalam 24 jam tercatat sebanyak 43.479 orang. Adapun kasus aktif tercatat sebanyak 554.484 orang.

Pasien sembuh bertambah sebanyak 45.494 orang sehingga akumulasi total yang telah sembuh adalah 2.686.170 orang.

Baca Juga: 44 Hari Jalan Kaki Sumut-Jakarta, Presiden Jokowi Didesak Temui Tim 11 Penolak PT TPL

Sedangkan mereka yang meninggal karena terpapar COVID-19 bertambah 1.893 orang sehingga total kematian akibat COVID-19 di Indonesia adalah 90.552  jiwa. (ANTARA)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait