alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Covid-19 di Sumbar Melonjak, Anggota DPRD Minta Setop Perjalanan Dinas

Riki Chandra Minggu, 11 Juli 2021 | 14:30 WIB

Kasus Covid-19 di Sumbar Melonjak, Anggota DPRD Minta Setop Perjalanan Dinas
Anggota DPRD Sumbar Hidayat. [Dok.Covesia.com]

"Dasar penetapan PPKM ini tentu tidak bisa disikapi dengan pendekatan normatif lagi," katanya lagi.

SuaraSumbar.id - Kasus penyebaran Covid-19 di Sumatera Barat (Sumbar) kian melonjak. Bahkan, kasus positif dalam sehari pada Jumat (9/7/2021) mencapai 869 orang.

Menurut anggota DPRD Sumbar Hidayat, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di beberapa daerah Sumbar tidak bisa lagi dijalankan normatif dan sekadar basa-basi. Bahkan, dia meminta agar semua perjalanan dinas luar daerah disetop dahulu.

"Walau PPKM diterapkan di tingkat kota, tapi Gubernur Sumbar selaku Ketua Satgas provinsi juga harus turun tangan langsung bagaimana Covid-19 ini," kata Hidayat, dikutip dari Covesia.com - jaringan Suara.com, Sabtu (11/7/2021).

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, semua mesti jujur melihat kondisi peningkatan kasus aktif positif Covid-19 di Sumbar. Selain itu, upaya dan strategi pencegahan dan penanganan Covid-19 selama ini mesti dievaluasi menyeluruh.

Baca Juga: Geliat Relawan Minang Bersatu Tekan Penyebaran Covid-19 di Sumbar

“Gubernur tidak perlu malu atau risih dengan fakta hulu dan hilir hari ini, walau di sisi lain kita harus apresiasi upaya gubernur telah melakukan rapat koordinasi. Kita apresiasi sembari menunggu upaya upaya taktis yang akan dilaksanakan dari Satgas,” jelasnya.

"Dasar penetapan PPKM ini tentu tidak bisa disikapi dengan pendekatan normatif lagi," katanya lagi.

Selain itu, Hidayat juga meminta kegiatan perjalanan dinas ditunda terlebih dahulu. Menurutnya, setop dulu kegiatan perjalanan dinas, baik oleh pejabat Pemprov, Pemkab dan Pemko, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten dan kota se Sumbar.

"Saya berharap teman-teman DPRD baik provinsi, kabupaten dan kota agar agenda kerja yang dilengkapi perjalanan dinas dihentikan dulu walau daerah tersebut tidak diberlakukan PPKM,” jelasnya.

Baca Juga: Gawat! Positivity Rate Covid-19 di Sumbar Capai Angka 29 Persen

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait