alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mengerikan! Pesawat Rusia Hancur Tabrak Gunung, Penumpangnya Puluhan Orang

Riki Chandra Rabu, 07 Juli 2021 | 13:25 WIB

Mengerikan! Pesawat Rusia Hancur Tabrak Gunung, Penumpangnya Puluhan Orang
Ilustrasi pesawat jatuh. (Antara)

Kecelakaan pesawat kembali terjadi. Kali ini, peristiwa mengerikan itu menimpa sebuah pesawat AN-26 milik Rusia.

SuaraSumbar.id - Kecelakaan pesawat kembali terjadi. Kali ini, peristiwa pesawat jatuh menimpa sebuah pesawat AN-26 milik Rusia.

Setelah dinyatakan hilang, pesawat itu akhirnya ditemukan tinggal puing-puing di sebuah wilayah pegunungan, atau tak jauh dari lokasi bandara seharusnya pesawat itu mendarat.

Menyadur laman Anadolu, puing-puing pesawat yang hilang pada Selasa (6/7/2021) pagi waktu setempat, di wilayah Kamchatka Timur Jauh, Rusia, telah ditemukan di dekat bandara tempat pesawat itu seharusnya mendarat, kata para pejabat.

Namun demikian, belum ada laporan resmi terkait para penumpang dari pesawat nahas itu. Di mana tidak ada laporan awal mengenai korban selamat, karena pihak berwenang menemukan puing-puing sekitar lima kilometer atau tiga mil dari bandara di pemukiman Palana.

Baca Juga: Sempat Dinyatakan Hilang, Pesawat Rusia Ditemukan Hancur Menabrak Gunung

Pesawat nahas itu diketahui mengangkut 29 orang itu menabrak sebuah bukit, kata pihak berwenang.

Pesawat itu awalnya diyakini jatuh ke laut dan kapal-kapal dikirim ke lokasi untuk mencari. Dua helikopter dan satu pesawat penyelamat juga dikerahkan, bersama dengan sekelompok penyelamat di darat.

Laporan terbaru menyatakan pesawat tersebut pecah menjadi dua bagian, satu bagian jatuh ke laut dan satu lagi di darat.

Pesawat Kamchatka Aviation Enterprise sedang dalam perjalanan menuju Palana dari kota Petropavlovsk-Kamchatsky ketika pesawat itu dinyatakan hilang, menurut Kantor Kejaksaan Transportasi Timur Jauh.

Perusahaan mengatakan pesawat tersebut dalam kondisi baik sebelum terbang.

Baca Juga: Korban Tewas Pesawat Hercules Jatuh di Filipina Bertambah, Jadi 47 Orang

Laporan awal menunjukkan pesawat tidak merespon tepat waktu pada saat harus berkomunikasi, dan koneksinya terputus ketika jarak pesawat 10 kilometer (6,2 mil) dari bandara Palana, tambah pejabat tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait