facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Sodomi Santri, Pimpinan Ponpes M Natsir Solok Diperiksa Polisi

Riki Chandra Jum'at, 04 Juni 2021 | 17:15 WIB

Kasus Sodomi Santri, Pimpinan Ponpes M Natsir Solok Diperiksa Polisi
Ilustrasi garis polisi. (Shutterstocks)

"Sejauh ini belum ada penambahan korban dan masih tiga laporan yang masuk," imbuhnya.

SuaraSumbar.id - Kepolisian Resor (Polres) Solok Arosuka, Sumatera Barat, bakal memeriksa pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) M Natsir Kabupaten Solok. Hal ini dilakukan untuk mendalami kasus dugaan sodomi yang dilakukan pengasuh ponpes tersebut terhadap sejumlah santri.

Kasat Reskrim Polres Solok Iptu Rifki Yudha Ersanda mengaku tengah mendalami serta menyelidiki kasus dugaan sodomi itu. Sejauh ini, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga korban.

"Sejak kemarin kepala pondok pesantrennya tidak ada ditempat, dan hari ini yang bersangkutan akan kita periksa," katanya kepada SuaraSumbar.id, Jumat (4/6/2021).

Sementara itu, terduga pelaku sodomi belum juga ditemukan. Pihaknya hingga kini masih menyelidiki keberadaan pelaku.

Baca Juga: 2 Hari Tersangkut di Kelok 44 Agam, Bus Pariwisata Dievakuasi

"Personel kita terus bergerak mencari keberadaan terduga dan statusnya masih lidik," jelasnya.

Terkait jumlah korban, kata Rifki, belum ada penambahan. Menurutnya, ada atau tidaknya penambahan, tergantung laporan yang masuk.

"Sejauh ini belum ada penambahan korban dan masih tiga laporan yang masuk," imbuhnya.

Sebelumnya, Iptu Rifki membeberkan bahwa dugaan sodomi itu dilakukan pengasuh tersebut di dalam lingkungan pesantren. Setelah aksinya diketahui, tersangka pun melarikan diri.

"Ya, korban laki-laki semuanya. Saat ini, terduga pelaku ini masih diburu dan dicari keberadaan," katanya.

Baca Juga: Rusak Diterjang Longsor, Pembangunan TPA Sampah di Solok Selatan Dievaluasi

Diketahui, terungkapnya kasus ini berawal dari laporan salah satu keluarga santri, dimana sang korban mengaku sakit saat buang air besar. Dari pengakuan pihak keluarga, diduga bahwa anaknya telah menjadi korban pelecehan seksual dan terjadi di lingkungan pondok pesantren.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait