Pesta Coret Baju Usai Kelulusan, Puluhan Siswa di Payakumbuh Ditangkap Satpol PP

Devitra mengatakan rata-rata yang pelajar yang ditertibkan merupakan pelajar dari SMK yang ada di Kota Payakumbuh.

Riki Chandra
Jum'at, 04 Juni 2021 | 14:24 WIB
Pesta Coret Baju Usai Kelulusan, Puluhan Siswa di Payakumbuh Ditangkap Satpol PP
Sejumlah pelajar SMK di Kota Payakumbuh ditertibkan Satpol PP. [Dok.Antara]

SuaraSumbar.id - Kedapatan pesta coret-coret baju seragam sekolah usai pengumuman kelulusan, puluhan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, ditangkap Satpol PP, Kamis (3/6/2021) malam.

Para siswa yang mecoret baju sekolah itu ditertibkan dari sejumlah lokasi di Kota Payakumbuh. Mulai dari kawasan Ngalau Medan Nan Bapaneh, Terminal Koto Nan Ampek, Kawasan GOR Kubu Gadang, Pasar Payakumbuh, dan BWSS V Batang Agam.

"Aksi yang dianggap tradisi tahunan oleh pelajar sekolah ini tidak mematuhi aturan pemerintah, yakni melanggar protokol kesehatan. Mereka juga berkendara tanpa helm dan banyak di antara mereka tertangkap oleh petugas Satpol-PP tidak memakai masker," kata Kepala Satpol PP Kota Payakumbuh, Devitra, Jumat (4/6/2021).

Menurutnya, pesta coret baju dan huru-hara usai kelulusan sekolah ini telah diantisipasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV dengan cara mengumumkan kelulusan pada sore dan ada yang malam hari.

Baca Juga:DPRD Minta Program Unggulan Gebernur Sumbar Sesuai dengan Keuangan Daerah

Surat yang telah dikirimkan kepada seluruh SMK di Wilayah IV juga telah disampaikan bahwa seluruh Kepala Satuan Pendidikan atau kepala sekolah agar menyampaikan kepada siswanya untuk tidak melakukan selebrasi apapun.

Devitra mengatakan rata-rata yang pelajar yang ditertibkan merupakan pelajar dari SMK yang ada di Kota Payakumbuh dan dari hasil monitor sementara tidak ada fasilitas umum yang dicoret.

"Kepada para pelajar ini, tindakan yang kami lakukan seperti pendataan, pembubaran, dibina, dan diberi arahan. Kemudian mereka disuruh pulang," kata dia.

Ia mengimbau kepada orang tua agar bisa terus memperhatikan dan mengawasi anak-anak terlebih dari sejumlah pelajar laki-laki itu terdapat juga pelajar perempuan yang ikutan huru-hara.

"Karena sudah banyak kejadian kita saksikan bersama-sama, aksi seperti ini lebih banyak merugikan, apalagi kalau sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan seperti kecelakaan lalu lintas dan lain sebagainya," ujarnya. (Antara)

Baca Juga:Polisi Tahan Sopir Kasus Bus Terjun ke Sawah di Pasaman

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini