alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Luhut Sebut Revitalisasi Danau Maninjau Butuh Rp 237 Miliar

Riki Chandra Rabu, 19 Mei 2021 | 13:15 WIB

Luhut Sebut Revitalisasi Danau Maninjau Butuh Rp 237 Miliar
Danau Maninjau. (Shutterstock)

Dana tersebut dibutuhkan untuk proyek pengerukan sedimen sisa pakan dan kotoran ikan yang selama berpuluh-puluh tahun mengendap di dasar danau.

SuaraSumbar.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut program penyelamatan aau revitalisasi Danau Maninjau di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menelan biaya hingga Rp2 37 Miliar.

Dana tersebut dibutuhkan untuk proyek pengerukan sedimen sisa pakan dan kotoran ikan yang selama berpuluh-puluh tahun mengendap di dasar danau.

Hal ini disampaikan Luhut Binsar Pandjaitan dalam rapat koordinasi membahas tata kelola danau Maninjau sebagai destinasi pariwisata melalui virtual bersama Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy Selasa (18/5/2021).

"Banyak Keramba Jaring Apung (KJA) yang belum tertata sesuai dengan daya dukung dan daya tampung danau, sehingga terjadi penurunan kualitas sumber air danau, hingga berstatus hipertropik (cemar berat)," katanya.

Baca Juga: Bela Palestina, Gubernur Sumbar Desak Pemerintah Pusat Tindak Israel

Tahun 2019, kata Luhut, danau Maninjau telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Berdasarkan data LIPI, terdapat 22.078 unit KJA yang beroperasi di Danau Maninjau. Jumlah tersebut melebihi 3,5 kali lipat daya tampung.

"Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Kelestarian Danau Maninjau dengan membatasi jumlah KJA hingga 6.000 unit tidak bisa menjamin kelestarian Danau Maninjau," tuturnya.

Aktivitas budidaya KJA menyumbang 91 persen beban pencemaran di Danau Maninjau. Limbah tersebut meningkatkan kandungan nitrat dan fosfor di dalam udara sehingga status trofik air Danau Maninjau pada 2019 adalah hipertrofik (tinggi akan unsur organik).

Berdasarkan hasil penelitian LIPI pada 2017, 95-97 persen dari total volume danau kandungan oksigennya sangat rendah. Hanya 3-5 persen luasan volume danau Maninjau yang bisa menjadi tempat kehidupan biota.

Baca Juga: Ngamuk, Mahyeldi Hukum Pj Sekda Sumbar Saat Apel Perdana Usai Lebaran

Volume sedimen yang harus disedot adalah sebesar 2.745.000 m3. Penyedotan sedimentasi akan dilakukan dengan menggunakan alat Drag Flow Pump. Kapasitas Drag Flow Pump yang akan digunakan sebesar 1.000 m3/jam selama 2.745 jam.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait