alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

1.300 Personil Polda Sumbar Kawal Operasi Ketupat Mulai 6 Mei 2021

Riki Chandra Rabu, 05 Mei 2021 | 07:15 WIB

1.300 Personil Polda Sumbar Kawal Operasi Ketupat Mulai 6 Mei 2021
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Satake Bayu Setianto. [Suara.com/B.Rahmat]

"Kita tidak lagi melakukan sosialisasi. Namun langsung dilakukan penindakan sesuai aturan terhadap pelanggar prokes di tempat-tempat wisata," katanya.

SuaraSumbar.id - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat akan mengaktifkan posko-posko pengamanan operasi ketupat 2021 mulai Kamis (6/5/2021). Selain memantau arus lalu lintas, petugas juga memperketat pengawasan protokol kesehatan (prokes).

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto mengatakan, dalam operasi ketupat 2021, Polda Sumbar mengerahkan seluruh petugas yang ada, termasuk untuk pengamanan di tempat wisata yang buka selama lebaran.

"Setidaknya ada sekitar 1.300 personil yang kita kerahkan, terdiri dari Polda Sumbar dan Polres sejajaran," katanya, Selasa (4/5/2021).

Untuk pengawasan di tempat wisata, kata Satake, akan dilakukan patroli, sehingga protokol kesehatan di tempat wisata tetap berjalan, mengingat Sumbar mengalami lonjakan terpapar covid-19.

Baca Juga: Ketatkan Operasi Larangan Mudik, Polri Tambah Penyekatan hingga Palembang

"Kita tidak lagi melakukan sosialisasi. Namun langsung dilakukan penindakan sesuai aturan terhadap pelanggar prokes di tempat-tempat wisata," katanya.

Dengan begitu, pengelola wisata mewajibkan pekerjanya maupun pengunjung tetap memakai masker. Kemudian juga diminta untuk membatasi jumlah pengunjung, menjaga jarak dan menyediakan tempat untuk cuci tangan.

"Jadi kita melakukan penekanan kepada pengelola wisata. Karena disaat lebaran nanti, wisata merupakan tempat yang ramai dikunjungi masyarakat," imbuhnya.

Diletahui, operasi ketupat Idul Fitri 2021 dilakukan setelah keluarnya Telegram Kapolri tentang penertiban masyarakat di tempat wisata selama masa larangan mudik Lebaran 2021.

Dalam Telegram tersebut meminta agar polisi dapat memetakan lokasi wisata yang akan dibuka ataupun ditutup selama masa liburan. Hal itu, nantinya akan diperhitungkan oleh petugas untuk melihat animo masyarakat yang hendak melaksanakan kunjungan wisata.

Baca Juga: Buaya Berukuran Besar Muncul di Sungai Dekat Pemukiman Warga Agam

Kontributor : B Rahmat

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait