- Prof. Dante Saksono Harbuwono menyatakan faktor genetik bukan penentu utama seseorang mengidap penyakit diabetes di masa depan.
- Penerapan perubahan gaya hidup sehat secara rutin terbukti efektif menekan risiko diabetes bagi individu yang memiliki riwayat genetik.
- Upaya menjaga berat badan ideal dan berolahraga secara konsisten dapat menurunkan risiko terkena komplikasi diabetes di kemudian hari.
SuaraSumbar.id - Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes sering kali membuat seseorang merasa tidak memiliki pilihan selain menunggu penyakit tersebut datang. Padahal, faktor genetik bukanlah satu-satunya penentu seseorang akan mengidap diabetes.
Penerapan lifestyle modification atau perubahan gaya hidup sehat penting dalam menekan gen diabetes. Hal ini dikatakan oleh Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (Hisobi), Prof. Dante Saksono Harbuwono.
"Lifestyle modification selalu menyertai tata laksana semua obat diabetes pada stadium apapun. Karena lifestyle modification ini akan memberikan edukasi pada orang-orang yang belum kena diabetes," katanya melansir Antara, Minggu, 5 Juli 2026.
Ia menyoroti bahwa kasus diabetes terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini lantaran jaring genetik diabetes (spider web of genetic of diabetes) makin lama semakin rapat.
Ia mencontohkan jika ibu ataupun ayah mengidap diabetes, maka anaknya punya faktor risiko enam kali lipat terkena penyakit tersebut.
Namun, apabila kedua orang tua mengalami diabetes, maka anaknya punya risiko lebih besar terkena penyakit tersebut.
"Jadi kurvanya enggak linier, tapi eksponensial, semakin tinggi faktor carrier yang dibawa oleh orang tua kita sebagai gen diabetes, maka dia akan semakin tinggi menurunkan kepada anaknya," ujarnya.
Meski menyandang gen diabetes, Dante mencontohkan ada juga yang baru terkena penyakit tersebut di umur 70-80 tahun itu lantaran menerapkan gaya hidupnya bagus hingga gula darah terkendali.
Dante mendorong pentingnya sosialisasi perubahan gaya hidup sehat terutama pada individu yang tidak bergejala inilah orang-orang yang harus disosialisasi lifestyle modification.
Menurutnya, jika melakukan penerapan modifikasi gaya hidup seperti kebiasaan berlari, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan tetap ideal, maka apapun yang dilakukan dan mungkin punya faktor risiko itu akan semakin lama semakin turun.
"Karena itu lifestyle modifikasi itu menjadi sangat perlu, mesti diadakan di semua lini, semua umur, semua kelompok. Makin lama gen diabetes itu semakin rapat, semakin lama orang semakin gampang kena diabetes terutama dia yang obesitas,” kata dia.
Dante menambahkan bahwa sebelum seseorang terkena diagnosis diabetes, komplikasinya itu sudah ada sejalan dengan berjalannya komplikasi faktor risiko yang lainnya seperti kolesterol tinggi dan obesitas.
"Karena itu obesitas menjadi satu faktor yang penting atau kita akan mengubah diagnosis diabetes, kita akan mengobati obesitas atau kita akan mengubah diagnosis diabetes dari sekarang, tergantung pilihannya," katanya.
Berita Terkait
-
Kenapa Salah Kita Terasa Masuk Akal, Tapi Salah Orang Sulit Dimaafkan?
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan
-
Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi
-
Pemprov Jateng Luncurkan Logis, Layanan Psikolog Gratis untuk Masyarakat
-
Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Gen Diabetes Bukan Vonis, Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci
-
Padang Pariaman Bebaskan Denda Tunggakan PBB-P2, Warga Bisa Bayar Pajak hingga 10 Agustus
-
4 Tes Darah yang Wajib Dipantau Pria Dewasa, Bisa Bantu Cegah Penyakit Ini
-
BRI Tolak Berbagai Bentuk Penyimpangan yang Merugikan Negara dan Masyarakat
-
Rutin Minum Teh Hijau Setelah Makan Malam, Benarkah Bisa Bantu Turunkan Kolesterol?