- Dokter Jeremy London menyarankan pria dewasa rutin melakukan empat tes darah penting untuk memantau kesehatan sejak dini.
- Tes darah tersebut meliputi Apolipoprotein B dan Lipoprotein (a) guna memprediksi risiko penyakit kardiovaskular secara lebih akurat.
- Pria perlu memantau kadar testosteron serta antigen spesifik prostat untuk mendeteksi gangguan kesehatan vital secara lebih dini.
SuaraSumbar.id - Seiring bertambahnya usia, kebutuhan pria untuk memantau kondisi kesehatan menjadi semakin penting. Sayangnya, banyak pria masih menganggap pemeriksaan kesehatan hanya perlu dilakukan ketika tubuh mulai menunjukkan gejala penyakit.
Padahal, sejumlah gangguan kesehatan serius dapat berkembang secara perlahan tanpa tanda yang jelas. Ahli bedah kardiotoraks dr. Jeremy London menyebut ada empat jenis tes darah yang perlu dipantau oleh pria dewasa seiring pertambahan usia.
"Pria terkenal buruk dalam menindaklanjuti perawatan kesehatan mereka sendiri. Buat janji temu, periksa hasil laboratorium Anda, pahami data Anda. Anda tidak dapat memperbaiki apa yang tidak anda ukur," kata London, melansir Antara, Minggu, 5 Juli 2026.
London menyoroti penyakit seperti kolesterol dan risiko kardiovaskular hingga testosteron, yang layak dipantau dari waktu ke waktu. Berikut adalah empat jenis tes yang dianjurkannya untuk dipantau.
1. Apolipoprotein B
Apolipoprotein B (ApoB) adalah penanda darah yang mengukur jumlah partikel pembawa kolesterol yang berpotensi berbahaya yang beredar di aliran darah. Tidak seperti tes kolesterol standar, tes ini menawarkan penilaian risiko kardiovaskular yang lebih tepat.
Apolipoprotein B (ApoB) merupakan penanda darah yang menghitung jumlah sebenarnya partikel pembawa kolesterol dalam darah dan menjadikannya prediktor risiko serangan jantung dan stroke yang lebih akurat daripada angka kolesterol standar.
2. Lipoprotein (a)
Lipoprotein(a) atau Lp(a) adalah salah satu faktor risiko bawaan yang paling umum untuk penyakit kardiovaskular.
Tidak seperti penanda kolesterol lainnya, kadar Lp(a) sebagian besar ditentukan oleh genetika daripada diet atau olahraga, dan dikaitkan dengan risiko serangan jantung dan stroke yang lebih tinggi.
London merekomendasikan agar pria dan wanita menjalani tes itu. Pada pria, dia menyarankan untuk melakukannya lebih awal karena mereka tidak mendapatkan manfaat dari efek kardioprotektif estrogen.
Dokter bedah jantung tersebut mencatat lipoprotein sebagai faktor risiko genetik paling umum untuk penyakit kardiovaskular. Mengetahui angkanya dapat membantu mengendalikan hal-hal yang dapat kendalikan untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke secara keseluruhan.
3. Testosteron
Kadar testosteron secara alami menurun seiring pertambahan usia, mempengaruhi lebih dari sekadar libido. Kadar testosteron juga mempengaruhi tingkat energi, massa otot, suasana hati, dan vitalitas secara keseluruhan, dan mengetahui kadar testosteron dapat membantu menentukan apakah seseorang memerlukan terapi penggantian testosteron.
4. Antigen Spesifik Prostat (PSA)
Berita Terkait
-
DPR Ingatkan Bahaya El Nino: Waspada Heat Stroke, Dehidrasi, Hingga Gangguan Gizi
-
Menkes Budi Dorong Pengembangan Bedah Robotik Nasional, Dokter Ungkap Peluang Pembiayaan BPJS
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti
-
Kasus Batu Ginjal Meningkat, Dokter Ingatkan Deteksi Dini dan Teknologi Laser Minim Sayatan
-
Raksasa Elektronik Jepang Ekspansi ke Sektor Kesehatan
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Suka Minum Kopi? Ini yang Perlu Diperhatikan demi Kesehatan Ginjal
-
BRI Salurkan Bantuan dan Bangun Posko BRI Peduli Untuk Korban Gempa NTT
-
Danantara dan BRI Tegaskan Peran Strategis Bangun Ekonomi Indonesia
-
HUT ke-81 RI, Bendera Raksasa Berkibar di Tebing Lembah Harau Sumbar
-
Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau