- Dr. Feni Fitriani Taufik menyatakan pada Senin, 17 Agustus 2026, bahwa debu musim kemarau memicu risiko ISPA.
- Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 676.404 kunjungan pasien ISPA di rumah sakit dari Januari hingga Juli 2026.
- Pencegahan ISPA dilakukan melalui konsumsi vitamin, istirahat cukup, makanan bergizi, serta penggunaan pelindung wajah di luar ruangan.
SuaraSumbar.id - Musim kemarau identik dengan cuaca panas, udara kering, debu yang beterbangan, hingga kualitas udara yang dapat memburuk.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena paparan debu dan polusi udara bisa meningkatkan peluang munculnya masalah kesehatan seperti infeksi saluran pernafasan akut atau ISPA pada individu yang rentan.
Dr. dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K), M.Pd.Ked menyampaikan bahwa debu dan polutan udara dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan jika terhirup.
"Iritasi tersebut dari debu, akan menurunkan daya tahan saluran nafas, menyebabkan inflamasi, sehingga mudah terkena ISPA atau infeksi saluran pernapasan atas," katanya, melansir Antara, Senin (17/8/2026).
Ia mengatakan bahwa orang dengan daya tahan tubuh rendah lebih berpeluang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara semasa kemarau.
"Nah trik-triknya bagaimana kalau untuk meningkatkan daya tahan tubuh, tentu butuh vitamin, istirahat yang cukup, pola hidup bersih sehat intinya," ujarnya.
Dia menyarankan penerapan pola makan bergizi seimbang yang mencakup buah-buahan, sayur-sayuran, dan sumber vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Konsumsi suplemen vitamin dan antioksidan juga bisa dipertimbangkan ketika kualitas udara memburuk.
"Dari kita sendiri supaya tidak terjadi menambah polusi udara ya tidak ikut-ikutan membakar sampah, atau tidak merokok," ungkapnya.
Selain itu, dia menyarankan penerapan skala prioritas dalam melakukan kegiatan di luar rumah pada masa kualitas udara memburuk.
Jika memang harus melakukan kegiatan di luar rumah saat cuaca panas dan kualitas udara buruk, maka sebaiknya menggunakan kacamata dan pelindung wajah untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya iritasi mata dan saluran pernapasan akibat paparan polusi udara.
"Kalau memang harus keluar rumah, ya gunakan alat-alat proteksi yang tadi dan sesegera mungkin kembali ke rumah untuk menghindari pajanan debu," jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya konsumsi obat-obatan rutin bagi individu yang menderita penyakit pernapasan kronis seperti asma pada masa kualitas udara memburuk.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman sebelumnya menyampaikan bahwa angka kunjungan pasien ISPA di rumah sakit mencapai 676.404 kunjungan sepanjang Januari sampai Juli 2026.
Istilah ISPA digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis infeksi yang mempengaruhi saluran pernapasan bagian atas dan bawah, termasuk hidung, tenggorokan, sinus, bronkus, dan paru-paru.
Berita Terkait
-
Polres Kudus Bersinergi Perkuat Perlindungan JKN bagi Masyarakat Kelompok Rentan
-
Tak Cukup Bicara soal Haid, Remaja Perempuan Perlu Edukasi Kesehatan Reproduksi
-
IDAI Ingatkan Bahaya Telur Mentah untuk Bayi, Berisiko Picu Infeksi hingga Dehidrasi
-
Air RO dan Kesehatan Tubuh, Apa yang Perlu Diketahui?
-
Kasus Gangguan Jiwa Berat di Kalbar Tembus 4.323, Skizofrenia Mendominasi
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum BRI Perkuat Ekonomi Lokal
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Hijau, BRI Perkuat Pengelolaan Sampah
-
8 Anggota Satpol PP Bukittinggi Ditahan Kasus Dugaan Kekerasan di Kampus Fort de Kock
-
Brand Finance Indonesia 100 2026 Tempatkan BRI di Peringkat Pertama Merek Paling Bernilai
-
Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan