Suhardiman
Senin, 17 Agustus 2026 | 12:33 WIB
Ilustrasi cuaca panas (Pexels.com/Pixabay)
Baca 10 detik
  • Dr. Feni Fitriani Taufik menyatakan pada Senin, 17 Agustus 2026, bahwa debu musim kemarau memicu risiko ISPA.
  • Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 676.404 kunjungan pasien ISPA di rumah sakit dari Januari hingga Juli 2026.
  • Pencegahan ISPA dilakukan melalui konsumsi vitamin, istirahat cukup, makanan bergizi, serta penggunaan pelindung wajah di luar ruangan.

Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Kementerian Kesehatan, infeksi saluran pernapasan akut bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur.

Paparan polusi udara juga dapat menyebabkan masalah pernapasan dan memicu infeksi saluran napas.

Gejala ISPA antara lain batuk, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, sesak napas, pilek, suara serak atau hilang, sakit kepala, serta nyeri otot dan sendi.

Dokter Feni mengatakan, kalau gejala-gejala itu muncul pada individu dengan kerentanan seperti balita, lansia, penderita penyakit paru-paru, dan penderita penyakit jantung, maka yang bersangkutan sebaiknya segera diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Load More