- Guru Besar FKUI Ari Fahrial Syam menyatakan bahwa sering mengantuk merupakan sinyal alami tubuh saat mengalami kelelahan serius.
- Masyarakat disarankan untuk memperbaiki kualitas tidur minimal enam jam sehari daripada mengonsumsi kafein berlebih saat merasa lelah.
- Pola makan bergizi seimbang dari protein dan vitamin sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh tetap optimal.
SuaraSumbar.id - Banyak orang menganggap rasa kantuk sebagai hal biasa, terutama setelah bekerja berjam-jam atau kurang tidur semalam. Padahal, sering mengantuk bisa menjadi sinyal alami dari tubuh bahwa kondisi fisik dan mental sedang mengalami kelelahan serius.
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI Ari Fahrial Syam mengatakan bahwa sering mengantuk menjadi salah satu cara tubuh memberi sinyal alami kelelahan.
"Gejala yang sering kita anggap ringan namun sebenarnya itu adalah sinyal dari tubuh adalah mengantuk," kata Ari, melansir Antara, Jumat, 8 Mei 2026.
Ia mengatakan bahwa penyebab kelelahan yang secara umum terjadi adalah kurangnya waktu tidur yang berkualitas.
Ia menyayangkan banyak masyarakat memilih untuk meminum minuman yang mengandung kafein seperti kopi untuk menjaga fokus ketika bekerja, dibandingkan memperbaiki waktu tidur.
Konsumsi berlebihan di atas 150 miligram akan menyebabkan jantung jadi berdebar-debar hingga asam lambung.
"Sebenarnya kecapekan atau lelah itu obatnya adalah istirahat dan tidur. Cuma kita paksa dengan minum kopi, akhirnya kita tetap waspada begitu ya. Tapi sebenarnya tubuh sudah tidak sanggup untuk terus bekerja," ujarnya.
Selain kopi, Ari juga menyarankan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi minuman berenergi untuk memaksa tubuh yang lelah tetap bekerja.
Menurutnya, kelelahan dapat disiasati dengan mengatur pola makan yang sehat. Makanan yang dikonsumsi harus memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
Semua makanan tersebut bisa didapat dari daging sapi, ayam, telur, susu, buah-buahan dan sayuran yang baik untuk tubuh.
Dari sisi jumlah waktu tidur, dia menganjurkan minimal tiap individu harus tidur selama enam jam sehari. Bila durasi tidur kurang dan sulit ditebus ketika hari libur, Ari menilai waktu tidur dapat disegerakan begitu pekerjaan selesai dilakukan.
"Tapi bukan berarti kurang tidur sehari-hari dikumpulkan, lalu dibalasnya saat weekend. Tidur yang berkualitas itu tidur pada malam hari, sehingga tidak ada mimpi-mimpi buruk begitu ya," kata Ari.
Berita Terkait
-
Tenggelam dalam Tuntutan, Terbungkam oleh Stigma: Potret Buram Kesehatan Mental Remaja
-
Sudah Saatnya Night Eating Syndrome Menjadi Perhatian Nasional
-
Masyarakat Makin Sadar Kesehatan Kulit, Teknologi Kelas Dunia dan Dokter Andal Semakin Jadi Pilihan
-
Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?
-
Biaya Perawatan Gigi di Indonesia Termasuk Tertinggi di Asia Tenggara, Ternyata Ini Penyebabnya
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Dituduh Lecehkan Polwan, Kuasa Hukum AKBP F Ungkap Sejumlah Kejanggalan
-
Kehilangan Kendali Saat Mendahului, Mahasiswa Asal Pekanbaru Tewas di Lima Puluh Kota
-
Dibantu Warga, Kemenhut Berhasil Tangkap Harimau Sumatera Dekat Sekolah di Agam
-
Maknai Kemerdekaan, Danantara melalui BRILink Agen Perluas Akses Keuangan hingga Pelosok Negeri
-
Semalaman Terombang-ambing, Nelayan Painan Ditemukan Selamat di Perairan Lakitan Selatan