- Kapalan merupakan penebalan kulit akibat gesekan berlebih yang dapat menimbulkan rasa nyeri serta risiko infeksi jika dibiarkan.
- Pencegahan dilakukan dengan mengenakan sepatu yang pas, menghindari berjalan tanpa alas kaki, serta menggunakan bantalan pelindung kulit.
- Perawatan mandiri melibatkan pelembapan rutin dan pengikisan perlahan, namun segera temui dokter jika kondisi kaki semakin parah.
SuaraSumbar.id - Kapalan pada kaki sering dianggap masalah kecil, tetapi jika dibiarkan terlalu lama bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan menyebabkan luka.
Banyak orang mengalaminya tanpa sadar, terutama mereka yang sering berjalan jauh, menggunakan sepatu sempit, atau terbiasa berjalan tanpa alas kaki.
Menurut laporan Channel News Asia, kapalan merupakan respons pertahanan kulit agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut, dan dapat muncul sepanjang tahun. Namun jika terlalu tebal bisa menjadi menyakitkan atau bahkan pecah membuat kulit rentan terhadap infeksi dan tidak sedap dipandang.
“Kapalan muncul sebagai area kulit yang menebal berwarna kekuningan atau keputihan yang terasa kasar, biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi jika kulitnya terlalu tebal, bisa menjadi sensitif dan tidak nyaman saat ditekan. Terkadang, ini dapat menyebabkan Anda berjalan tidak seimbang," kata Dr. Chang B Son, seorang dokter kulit di New York City.
Menurut Dr. Jacob Beer, dokter kulit di West Palm Beach, Florida, untuk mencegah kapalan, kenakan sepatu yang pas, menopang dengan baik, dan tidak menggesek atau memberi tekanan pada area tertentu di kaki.
Ini termasuk menghindari sepatu hak tinggi atau alas kaki yang terlalu ketat atau memiliki bagian depan yang sempit, serta kaus kaki yang melorot atau menggumpal di dalam sepatu. Beer menambahkan ortopedi dapat membantu memperbaiki ukuran sepatu dan menambah dukungan.
Pendapat lain dari Dr. Sari Priesand, seorang ahli penyakit kaki di University of Michigan Health mengimbau hindari berjalan tanpa alas kaki, baik di dalam maupun di luar ruangan.
“Saat berada di dalam ruangan, Anda bisa mengenakan sepatu dalam ruangan seperti bakiak atau sandal yang nyaman. Mengenakan kaus kaki lebih baik daripada bertelanjang kaki, tetapi biasanya itu tidak cukup untuk sepenuhnya mencegah kapalan,” katanya.
Menurut Dr. Son, penggunaan bantalan kapalan seperti bantalan kecil, lembut, bulat, dan berperekat pada area yang rawan kapalan juga dapat mengurangi gesekan. Selain itu, melembapkan kaki setiap hari dapat membantu mencegah penumpukan kulit yang menebal dengan menjaga kelembapannya, tambahnya.
Para ahli mengatakan, hilangkan sebagian kulit yang mengeras dengan mengikis kapalan secara perlahan menggunakan batu apung atau kikir kuku. Tujuannya adalah untuk menghaluskan kapalan, bukan untuk mengikis kulit sebanyak mungkin yang dapat menyebabkan rasa sakit atau pendarahan.
Dr. Priesand mengatakan merendam kaki terlebih dahulu, atau mandi, akan melembutkan kulit, sehingga kapalan lebih mudah dihilangkan. Hindari kikir kaki tipe parutan keju, yang dapat melukai kaki dan meningkatkan risiko infeksi.
Selain itu Dr. Son menyarankan untuk mengoleskan pelembap pada kaki dengan losion yang mengandung bahan aktif urea, yang membantu melunakkan lapisan luar kulit dan melembutkan area yang kasar. Produk pengelupas kulit kaki yang mengandung asam salisilat, diklaim dapat menghilangkan kulit mati dan kasar.
Namun, menurut Dr. Son, produk tersebut kemungkinan besar tidak akan menghilangkan kapalan yang tebal.
Pengelupas kulit kaki biasanya hanya mengangkat lapisan kulit terluar dan sering mengandung alkohol, yang dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi serta memperburuk kapalan, tambah Dr. Beer.
Jika metode-metode ini tidak membantu atau kapalan semakin menebal dan nyeri, temui dokter kulit atau dokter spesialis kaki untuk mengikis kapalan, untuk menghindari risiko mata ikan, kutil, atau bahkan kanker kulit .
Berita Terkait
-
Jangan Sampai Menyesal! Ini 9 Cara Hindari Mobil Mogok di Tengah Rel Kereta Api
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan
-
Cek 7 Tanda Daycare yang Aman bagi Bayi Agar Tidak Menjadi Korban
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
Terkini
-
Cara Mencegah Kapalan di Kaki Agar Tidak Semakin Tebal dan Menyakitkan
-
Pemkot Padang Panjang Hibah Rp 3 Miliar untuk Pemulihan Aceh
-
Tarif Air PDAM Padang Panjang Disesuaikan Setelah 16 Tahun, Apa Dampaknya bagi Pelanggan?
-
7 Khasiat Konsumsi Air Kunyit yang Perlu Diketahui, dari Imunitas hingga Jantung
-
Tips Efektif untuk Cegah Campak pada Bayi Belum Divaksin