- Pemkot Padang Panjang menghibahkan dana Rp3 miliar untuk membantu proses pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh pada April 2026.
- Dana bantuan tersebut bersumber dari penyisihan tambahan Transfer ke Daerah yang diterima dari pemerintah pusat tahun 2026.
- Bantuan ini bertujuan mendukung pemenuhan logistik serta perbaikan fasilitas umum agar percepatan pemulihan daerah terdampak segera terwujud.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang Panjang, Sumatera Barat, menghibahkan dana sebesar Rp3 miliar untuk membantu pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh.
Bantuan tersebut sebagai merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas antardaerah terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis mengatakan, dana hibah bersumber dari penyisihan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 yang diterima dari pemerintah pusat.
"Dari total tambahan TKD sebesar Rp79,01 miliar, sebagian dialokasikan untuk membantu Aceh, sementara sisanya digunakan untuk mendukung program pembangunan serta penanganan pascabencana di daerah setempat," katanya melansir Antara, Selasa, 28 April 2026.
Menurutnya, langkah tersebut juga mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi nilai penting dalam menghadapi bencana di Indonesia.
“Ketika satu daerah mengalami musibah, maka daerah lain memiliki tanggung jawab moral untuk turut membantu. Ini adalah semangat kebersamaan yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, seperti penyediaan logistik, perbaikan fasilitas umum, serta mendukung percepatan pemulihan pascabencana.
Hendri juga menyampaikan harapan agar masyarakat Aceh diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan, serta proses pemulihan dapat berjalan dengan baik dan cepat.
Berita Terkait
-
Sisa Material Banjir Bandang Masih Selimuti Kawasan Muara Batang Kuranji
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi
-
Kayu Eks Banjir Aceh Bisa Dimanfaatkan, Safrizal: 70 Persen Sudah Diolah
-
Kasatgas Tito: Pemulihan Pasca Bencana di Provinsi Aceh Terus Menunjukkan Kemajuan
-
Bencana dan Ketimpangan Struktural: Menggugat Realitas di Balik Gempa Filipina Selatan
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Buyback Rp500 Miliar Digelar Hingga September 2026, BRI Pastikan Modal Tetap Solid
-
Petani di Pulau Simeulue Aceh Tunda Penanaman Padi, Kenapa?
-
Heboh Teror 'Pocong Begal' di Solok, Polisi Bilang Hoaks
-
JEMBATAN Soroti Persekusi Mahasiswa di PNJ dan UNP: Kampus Harus Jadi Ruang Aman Bebas Diskriminasi
-
Mau Mendaki Gunung? Ini Panduan yang Wajib Anda Ketahui