- Dokter Attila Dewanti menyarankan orang tua menerapkan pola hidup bersih sehat guna mencegah penularan campak pada bayi.
- Bayi di bawah usia sembilan bulan perlu diberikan asupan vitamin D harian untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
- Orang dewasa di sekitar bayi disarankan mendapatkan vaksin MMR untuk memperkuat perlindungan komunitas terhadap infeksi virus campak.
SuaraSumbar.id - Campak bukan sekadar ruam biasa. Penyakit ini adalah ancaman serius, khususnya bagi bayi yang belum cukup umur untuk menerima vaksin.
Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak diantisipasi dengan baik. Oleh sebab itu, orang tua perlu memahami langkah-langkah proaktif untuk melindungi buah hati mereka.
Dokter spesialis anak dr.Attila Dewanti, Sp.A, Subsp. Neuro (K), membagikan kiat yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah campak pada bayi terutama untuk mereka yang belum bisa divaksin karena syarat batasan usia.
Ia mengatakan langkah yang bisa dilakukan orang tua untuk meminimalkan risiko adalah rutin mencuci tangan hingga memakai masker.
"Yang bisa dilakukan (orang tua) adalah meminimalkan risiko penularan, dengan rutin cuci tangan mengikuti pola hidup bersih sehat, pakai masker bahkan ketika orang tuanya tidak sakit," katanya melansir Antara, Minggu, 26 April 2026.
Mengacu pada panduan IDAI tahun 2024, vaksin campak yaitu imunisasi MR (Measless Rubella)/MMR (Measless Mumps Rubella) baru bisa diberikan pada bayi yang berusia 9 bulan.
Vaksin itu harus didapatkan sebanyak tiga kali sepanjang usia anak dengan rincian vaksin MR diberikan pada usia 9 bulan, lalu dosis MMR1 di usia 18 bulan, dan MMR2 di usia 5 tahun.
Dokter Attila merekomendasikan upaya PHBS penting dilakukan oleh orang yang sering beraktivitas di luar rumah karena infeksi virus campak mudah menular lewat percikan air liur (droplet) yang dilepaskan ke udara. Ketika penderita campak bersin atau batuk, virus itu nantinya akan tersebar dan bisa menjangkiti orang lain.
Sebagai orang tua yang memiliki anak dan belum divaksin untuk mencegah campak akibat terbentur syarat usia maka langkah terbaik adalah melakukan PHBS untuk meminimalisir risiko penyebaran virus.
Di samping PHBS, menjaga daya tahan tubuh bayi juga penting. Salah satunya dengan memastikan bayi mendapatkan asupan vitamin D sesuai anjuran dokter.
Vitamin D penting diberikan karena berperan mendukung sistem kekebalan tubuh, sehingga bayi lebih kuat melawan infeksi.
"Kalau sudah memberikan vitamin D tiap hari, satu tetes yang identiknya 400 IU harusnya lebih kuat daya tahan tubuhnya, "kata dokter Attila.
Sebagai langkah tambahan, untuk meningkatkan kekebalan komunitas atau imunnity herd terhadap campak, orang tua atau penghuni rumah lainnya yang tinggal bersama bayi dapat menerima vaksin MMR.
Apalagi jika orang tua tidak yakin semasa kecilnya status vaksinasinya lengkap atau tidak. Pemberian vaksin MR pada orang dewasa akan lebih tepat untuk dilakukan.
"Kalau udah lengkap sebaiknya tidak usah, tapi kalau memang ingin (vaksin MMR untuk dewasa) karena mama atau papa itu tahu status vaksinnya ya anytime kapan saja bisa (divaksin)," ujar dokter Attila.
Berita Terkait
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kesaksian Horor Google Maps Bongkar Sisi Gelap Daycare Little Aresha, Orang Tua Langsung Speak Up
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak
-
Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
7 Khasiat Konsumsi Air Kunyit yang Perlu Diketahui, dari Imunitas hingga Jantung
-
Tips Efektif untuk Cegah Campak pada Bayi Belum Divaksin
-
Pemerintah Tanggung Pajak Tiket Pesawat Ekonomi Selama 60 Hari
-
Pemilih Dharmasraya Capai 174 Ribu, KPU Buka Ruang Tanggapan Masyarakat
-
Bea Cukai Sita 24 Botol Arak Bali Tanpa Pita Cukai di Aceh Besar