- Dua calon haji kloter pertama Embarkasi Padang tertunda keberangkatannya pada 23 April 2026 akibat kondisi kesehatan yang menurun.
- Pihak Kemenag Sumbar menggantikan posisi jemaah yang sakit dengan lima orang dari kloter 14 agar kuota tetap terpenuhi.
- Kedua jemaah tersebut dijadwalkan berangkat pada kloter selanjutnya setelah dinyatakan sehat dan laik terbang oleh pihak berwenang.
SuaraSumbar.id - Dua jemaah calon haji Embarkasi Padang, Sumatera Barat, yang tergabung dalam kloter 1 tertunda keberangkatannya karena sakit. Mereka akan berangkat dengan kloter lain.
"Harusnya kita menerima kedatangan 393 orang calon haji kloter pertama namun dua di antaranya tidak bisa berangkat karena sakit," kata Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sumbar M Rifki, melansir Antara, Kamis, 23 April 2026.
Kedua calon haji yang tertunda keberangkatan tercatat atas nama Hizbullan bin Sulan dan Zulhamdi. Mereka telah mengajukan permohohan untuk pindah mutasi ke kloter 14.
Dalam surat yang diajukan kepada Kepala Kantor Kemenhaj Padang disebutkan yang bersangkutan mengalami sakit sehingga tidak memungkinkan untuk berangkat.
Ketika kedua calon haji tersebut sudah sehat maka petugas akan memberangkatkan sesuai dengan ketersediaan kursi di kloter penerbangan selanjutnya.
"Kedua calon jamaah haji ini akan kita upayakan berangkat di kloter berikutnya setelah mereka dinyatakan sehat dan laik terbang," ujarnya.
Pada awalnya, terdapat beberapa calon haji kloter perdana yang sempat diragukan bisa bertolak ke Arab Saudi.
Namun, sebelum masuk Asrama Haji, Kemenhaj masih bisa melakukan pergantian lima orang sehingga hanya dua yang tertunda keberangkatan.
"Jadi, ada lima orang dari kloter 14 yang kita masukkan ke kloter pertama untuk menggantikan jamaah haji yang sakit," kata dia.
Secara umum, Embarkasi Haji Padang akan memberangkatkan 5.402 calon haji. Seluruhnya tergabung dalam 14 kloter yang merupakan gabungan jamaah haji berasal dari Provinsi Sumbar dan Bengkulu.
Sebelum bertolak ke Tanah Suci, jamaah calon haji berasal dari Sumbar dan Bengkulu akan diinapkan terlebih dahulu di Asrama Haji Padang sekaligus mendapatkan pembekalan dari pemangku kepentingan terkait.
Berita Terkait
-
Kondisi Raffi Ahmad Pasca Operasi Diungkap Aldi Taher
-
Timwas Sebut Haji 2026 Bagus, Tapi Fasilitas di Mina Masih Jadi PR
-
Tio Pakusadewo Dirawat di RS Pakai BPJS Kelas 3, Dewi Irawan Inisiatif Buka Donasi
-
Raffi Ahmad Mendadak Jalani Operasi Tengah Malam, Sakit Apa?
-
Ribuan Jamaah Haji Mulai Pulang ke Indonesia
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
Terkini
-
Petani di Pulau Simeulue Aceh Tunda Penanaman Padi, Kenapa?
-
Heboh Teror 'Pocong Begal' di Solok, Polisi Bilang Hoaks
-
JEMBATAN Soroti Persekusi Mahasiswa di PNJ dan UNP: Kampus Harus Jadi Ruang Aman Bebas Diskriminasi
-
Mau Mendaki Gunung? Ini Panduan yang Wajib Anda Ketahui
-
Kunjungan Wisatawan ke Sumbar April 2026 Menurun, Hotel Berbintang Justru Catat Kenaikan Hunian