- Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur mengalami enam kali erupsi sejak Selasa malam hingga Rabu, 22 April 2026.
- Erupsi menyemburkan kolom abu vulkanik hingga ketinggian 1.200 meter yang condong mengarah ke barat daya dan barat.
- Badan Geologi menetapkan status Waspada dan melarang seluruh aktivitas masyarakat dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi.
SuaraSumbar.id - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, erupsi enam kali sejak Selasa malam, 21 April hingga Rabu 22 April 2026.
Hal ini dilaporkan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Erupsi terekam dengan tinggi kolom abu yang bervariasi antara 300 meter hingga 1.200 meter di atas puncak," kata Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria, melansir Antara, Rabu, 22 April 2026.
Erupsi terbaru terjadi pada pukul 13.53 Wita dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak.
"Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Geologi, rangkaian erupsi dimulai pada Selasa (21/4) pukul 23.43 Wita. Kemudian berlanjut pada Rabu dini hari hingga siang hari, yakni pada pukul 03.30 Wita, 05.13 Wita, 08.12 Wita, 10.41 Wita, dan puncaknya pada 13.53 Wita.
Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level II (Waspada). Atas kondisi tersebut, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat serta wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
Lana juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
"Masyarakat yang terdampak hujan abu diharapkan memakai masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan," tuturnya.
Selain itu, Badan Geologi meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Pemerintah daerah diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung guna mendapatkan informasi terkini terkait aktivitas vulkanik gunung tersebut
Berita Terkait
-
Anak Krakatau Kembali Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Tertinggi 500 Meter
-
Mengenal Lilifuk, Tradisi Adat di NTT yang Mengatur Kapan Warga Boleh Menangkap Ikan
-
Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat
-
Sumba Weaving Museum, Upaya Menghubungkan Tradisi Tenun dengan Generasi Muda
-
Gempa 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Lansia 73 Tahun Meninggal karena Kaget
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel
-
Resmob Polda Sumbar Ungkap Dugaan Pencurian Alat Pendeteksi Banjir di Padang, Satu Orang Ditangkap
-
BRI Berikan Promo Khusus Hari Sumpah Pemuda, Belanja Pakai QRIS BRImo & Kartu BRI Debit Dapat Diskon
-
Harga Kebutuhan Pokok di Aceh Timur Stabil