Suhardiman
Selasa, 21 April 2026 | 14:02 WIB
Gunung Marapi di Sumbar. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  • Badan Geologi melaporkan aktivitas Gunung Marapi di Sumatera Barat didominasi gempa hembusan dan tremor non-harmonik pada April 2026.
  • Hasil pemantauan menunjukkan aktivitas erupsi dan kegempaan gunung masih relatif stabil tanpa adanya indikasi suplai magma tambahan.
  • Data seismik menunjukkan kondisi fluktuatif tanpa akumulasi energi signifikan yang mengarah pada peningkatan status aktivitas gunung api tersebut.

SuaraSumbar.id - Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melaporkan bahwa aktivitas kegempaan Gunung Marapi di Sumatera Barat masih didominasi oleh gempa hembusan dan tremor non harmonik. Data ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan selama periode 1 hingga 15 April 2026.

"Data kegempaan Gunung Marapi didominasi oleh gempa embusan dan tremor non-harmonik," kata Plt Badan Geologi Lana Saria, melansir Antara, Selasa, 21 April 2026.

Selama dua minggu terakhir, kata Lana, terekam lima kali gempa letusan atau erupsi, 61 kali gempa embusan, 103 kali tremor nonharmonik, delapan kali gempa low frequency.

Lalu, delapan kali gempa vulkanik dangkal, 17 kali gempa vulkanik dalam, 17 kali gempa tektonik lokal, satu kali gempa terasa dengan skala III MMI, dan 42 kali gempa tektonik jauh.

Secara visual Gunung Marapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dengan ketinggian 50-600 meter dari puncak gunung api itu.

Gunung Marapi menunjukkan erupsi dan embusan masih berlangsung dengan intensitas yang relatif stabil tanpa peningkatan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Menurutnya, aktivitas kegempaan gunung api relatif stabil, tidak terlihat peningkatan gempa yang mengindikasikan adanya tambahan suplai magma dari kedalaman.

Gempa yang berkaitan dengan tekanan fluida dangkal teramati dalam jumlah terbatas tanpa kenaikan tremor yang signifikan. Secara umum kondisi ini menunjukkan belum adanya tanda peningkatan aktivitas yang mengarah pada peningkatan tingkat aktivitas gunung tersebut.

Nilai Real Time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) berfluktuasi di sekitar baseline sehingga tidak menunjukkan adanya akumulasi energi yang signifikan di dalam Gunung Marapi.

Selanjutnya nilai variasi kecepatan seismik (dv/v) didominasi bernilai negatif dengan fluktuasi pada kisaran rendah hingga menengah yang secara fisik mencerminkan penurunan modulus elastik (kekakuan) medium di bagian dangkal.

Namun, nilai negatif tersebut tidak menunjukkan pola penurunan terus menerus dan berkelanjutan melainkan berfluktuasi di sekitar kisaran yang relatif sama tanpa pendalaman anomali. Sementara itu nilai koherensi berada pada tingkat menengah hingga tinggi dan relatif stabil.

"Berdasarkan evaluasi data pemantauan dalam dua minggu terakhir, aktivitas Gunung Marapi secara umum masih menunjukkan pola fluktuatif," kata Lana Saria.

Load More