- Badan Geologi melaporkan aktivitas Gunung Marapi di Sumatera Barat didominasi gempa hembusan dan tremor non-harmonik pada April 2026.
- Hasil pemantauan menunjukkan aktivitas erupsi dan kegempaan gunung masih relatif stabil tanpa adanya indikasi suplai magma tambahan.
- Data seismik menunjukkan kondisi fluktuatif tanpa akumulasi energi signifikan yang mengarah pada peningkatan status aktivitas gunung api tersebut.
SuaraSumbar.id - Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melaporkan bahwa aktivitas kegempaan Gunung Marapi di Sumatera Barat masih didominasi oleh gempa hembusan dan tremor non harmonik. Data ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan selama periode 1 hingga 15 April 2026.
"Data kegempaan Gunung Marapi didominasi oleh gempa embusan dan tremor non-harmonik," kata Plt Badan Geologi Lana Saria, melansir Antara, Selasa, 21 April 2026.
Selama dua minggu terakhir, kata Lana, terekam lima kali gempa letusan atau erupsi, 61 kali gempa embusan, 103 kali tremor nonharmonik, delapan kali gempa low frequency.
Lalu, delapan kali gempa vulkanik dangkal, 17 kali gempa vulkanik dalam, 17 kali gempa tektonik lokal, satu kali gempa terasa dengan skala III MMI, dan 42 kali gempa tektonik jauh.
Secara visual Gunung Marapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dengan ketinggian 50-600 meter dari puncak gunung api itu.
Gunung Marapi menunjukkan erupsi dan embusan masih berlangsung dengan intensitas yang relatif stabil tanpa peningkatan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Menurutnya, aktivitas kegempaan gunung api relatif stabil, tidak terlihat peningkatan gempa yang mengindikasikan adanya tambahan suplai magma dari kedalaman.
Gempa yang berkaitan dengan tekanan fluida dangkal teramati dalam jumlah terbatas tanpa kenaikan tremor yang signifikan. Secara umum kondisi ini menunjukkan belum adanya tanda peningkatan aktivitas yang mengarah pada peningkatan tingkat aktivitas gunung tersebut.
Nilai Real Time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) berfluktuasi di sekitar baseline sehingga tidak menunjukkan adanya akumulasi energi yang signifikan di dalam Gunung Marapi.
Selanjutnya nilai variasi kecepatan seismik (dv/v) didominasi bernilai negatif dengan fluktuasi pada kisaran rendah hingga menengah yang secara fisik mencerminkan penurunan modulus elastik (kekakuan) medium di bagian dangkal.
Namun, nilai negatif tersebut tidak menunjukkan pola penurunan terus menerus dan berkelanjutan melainkan berfluktuasi di sekitar kisaran yang relatif sama tanpa pendalaman anomali. Sementara itu nilai koherensi berada pada tingkat menengah hingga tinggi dan relatif stabil.
"Berdasarkan evaluasi data pemantauan dalam dua minggu terakhir, aktivitas Gunung Marapi secara umum masih menunjukkan pola fluktuatif," kata Lana Saria.
Berita Terkait
-
Mangkrak 10 Tahun, Stadion Utama Sumbar Kini Kembali Bergeliat
-
Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi
-
Ratusan Warga Mengungsi Malam Hari Usai Terjebak Banjir di Kabupaten Agam
-
Dendam Bullying Jadi Pemicu? Polisi Dalami Alasan Pelajar MAN 3 Padang Rakit dan Ledakkan Bom
-
Kondisi di MAN 3 Padang Pascaledakan Bom Rakitan
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
Terkini
-
BRI Dorong Anak Muda Gunakan Teknologi untuk Disiplin Mengatur Keuangan
-
Kementerian Kebudayaan Umumkan Pemenang Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026
-
Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Siapkan Ragam Promo Menarik
-
Minuman Manis Tak Langsung Bikin Gagal Ginjal, Tapi Kebiasaan Ini Bisa Jadi Risikonya
-
Ekonomi Kerakyatan Terus Digerakkan, BRI Kantongi Laba Rp31,2 Triliun