- Bareskrim Polri menangkap tiga pelaku produksi kosmetik ilegal di Kabupaten Bogor yang beroperasi selama dua tahun terakhir.
- Pelaku memproduksi dan menjual kosmetik berbahaya mengandung merkuri melalui marketplace dengan rata-rata penjualan seratus paket setiap hari.
- Produk yang dijual seharga Rp35 ribu per paket tersebut dibuat menggunakan bahan baku tanpa standar kesehatan farmasi.
SuaraSumbar.id - Kasus peredaran kosmetik ilegal kembali mencuat dan menjadi peringatan serius bagi masyarakat. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap praktik produksi kosmetik ilegal yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar).
Dalam pengungkapan ini, petugas mengamankan tiga orang berinisial RH selaku pemilik usaha, MR selaku pekerja, dan FA selaku kurir.
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan, RH tidak memiliki latar belakang farmasi.
Ia hanya lulusan SMK jurusan penerbangan. RH juga telah menjalani usaha kosmetik ilegal selama dua tahun lebih.
“Sejak bulan April tahun 2024, RH memulai untuk memproduksi sediaan farmasi berupa kosmetik,” katanya melansir Antara, Senin, 13 April 2026.
Produk Dijual Online, Laku Hingga 100 Paket Per Hari
Kosmetik ilegal uang diproduksi RH meliputi toner wajah, sabun cair, krim siang, dan krim malam. Seluruh produk tersebut dijual secara daring melalui marketplace dengan penjualan rata-rata 90–100 paket kosmetik dalam sehari.
“Harga jual dalam bentuk paket, yakni satu krim malam, satu krim siang, sabun wajah, dan satu toner sebesar Rp35.000,” ujarnya.
Bahan Baku Dibeli Online Tanpa Standar Farmasi
Proses produksi kosmetik tersebut dilakukan dengan bahan-bahan yang dibeli secara daring, seperti alkohol, sabun batang, serta krim siang dan krim malam kiloan.
"Alkohol digunakan untuk membuat toner, sedangkan sabun batang digunakan untuk membuat sabun wajah," ungkapnya.
Berdasarkan hasil pengecekan sementara di laboratorium forensik, krim siang dan krim malam yang disita terdeteksi positif mengandung bahan kimia berbahaya merkuri.
Penyidik akan memeriksa lebih lanjut para saksi serta melakukan uji laboratorium terhadap barang bukti secara pro justitia.
Berita Terkait
-
Selundupkan 1,16 Ton Ketamin di Kapal Tanker, Seorang WN Taiwan Jadi Tersangka
-
Mantan Pejabat Bareskrim Dilaporkan Tipu Investasi Tambang Rp58,5 Miliar, Kini Disidik
-
Penyelundupan Baby Lobster Rp5,8 Miliar Terungkap, Dua Kurir Mengaku Sudah 10 Kali Beraksi
-
Kapolri Ungkap Ada Pihak Asing Terlibat Karhutla, Negara Tetangga Ikut Disorot
-
Kampung Ambon Kembali Digerebek, Sabu dan Senjata Tajam Ditemukan
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar