- Rombongan mantan anggota DPR, Arteria Dahlan, memicu kritik publik setelah berfoto di jalur ekstrem Sitinjau Lauik, Sumatera Barat.
- Jalur Sitinjau Lauik merupakan akses vital Padang-Solok yang memiliki medan jalan curam, berbahaya, serta rawan kecelakaan lalu lintas.
- Tindakan berhenti di tengah jalan tersebut dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan lain di jalur ekstrem tersebut.
SuaraSumbar.id - Sitinjau Lauik yang berada di Sumatera Barat (Sumbar), kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah rombongan pejabat menghentikan kendaraan untuk berfoto di tikungan jalan tersebut.
Aksi tersebut viral di media sosial dan memicu gelombang kritik dari masyarakat. Salah satu sosok yang disebut berada dalam rombongan adalah mantan anggota DPR, Arteria Dahlan.
Publik menilai tindakan berhenti di tengah jalur bukan hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga sangat berbahaya.
Melansir dari wikipedia, Sitinjau Lauik berasal dari bahasa Minangkabau yang berarti melihat laut. Lokasinya berada di ruas jalan Padang-Solok.
Di sepanjang jalur Sitinjau Lauik terdapat kawasan hutan dan vegetasi alami yang menjadi habitat sejumlah satwa liar. Salah satu yang kerap dilaporkan muncul di sekitar jalan adalah beruk.
Sitinjau Lauik bukan sekadar jalur wisata. Jalan ini merupakan akses vital yang menghubungkan wilayah pesisir dengan kawasan tengah Sumatera.
Setiap hari, berbagai kendaraan melintas di jalur ini, mulai dari mobil pribadi hingga truk pengangkut logistik. Yang membuat Sitinjau Lauik terkenal bukan hanya panoramanya, namun juga karakter jalannya yang ekstrem.
Beberapa ciri khas jalur ini antara lain, tanjakan dengan kemiringan tinggi, turunan curam yang rawan rem blong hingga jalan yang berada di tepi jurang dan tebing. Kondisi ini menuntut konsentrasi tinggi dari pengendara.
Kecelakaan Bukan Hal Baru
Baca Juga: Truk Angkut Semen Terbalik di Sitinjau Lauik Dekat Lokasi Rombongan Arteria Dahlan Berfoto
Sitinjau Lauik kerap dikaitkan dengan berbagai insiden kecelakaan. Beberapa kasus yang sering terjadi di jalur ini yaitu, kendaraan gagal menanjak, truk terguling, rem blong hingga kendaaraan kehilangan kendali
Risiko semakin tinggi ketika hujan turun karena permukaan jalan menjadi licin dan potensi longsor meningkat.
Kombinasi antara kondisi geografis dan volume kendaraan menjadikan jalur ini membutuhkan disiplin tinggi dari setiap pengendara.
Oleh karena itu, tindakan berhenti di tengah jalan hanya untuk berfoto dapat menimbulkan kecelakaan. Berbeda dengan di jalan biasa, berhenti untuk mengambil foto mungkin hanya menyebabkan gangguan kecil.
Mengingat tingginya risiko di jalur yang ada saat ini, pemerintah merencanakan pembangunan flyover (Jembatan Layang Sitinjau Lauik). Namun sampai saat ini, Sitinjau Lauik masih menjadi jalur utama yang tidak tergantikan.
Berita Terkait
-
Dituding Lakukan Pelecehan, Betrand Peto Beberkan Versinya: Saya Tanya Kenapa Dia Nangis
-
Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan
-
Gofar Hilman Bongkar Realita Pahit Harga Bensin, Bikin Penduduk Indonesia Elus Dada
-
Maudy Ayunda Dituding Main Aman, Netizen Sindir Telak: Lulusan Stanford tapi Memalukan
-
Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Inilah Cerita Tentang Dewi Natalia, Mantri BRI yang 15 Tahun Lawan Rentenir dan Dukung Pedagang
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM
-
Raih Penghargaan, BRI Dorong Transformasi Digital Lewat BRImo Taiwan
-
DPLK BRI Tegaskan Komitmen ESG Lewat Raihan Kehati ESG Award 2026
-
Dukung Arahan Prabowo, BRI Siap Perluas Rekening Perbankan Masyarakat