Suhardiman
Senin, 06 April 2026 | 15:32 WIB
Ilustrasi begal (Suara/Iqbal)
Baca 10 detik
  • Seorang wanita bernama Cupiang dibegal di Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Pasaman, pada Sabtu, 4 April 2026 malam.
  • Pelaku Ihsan Adrian selaku pengemudi ojek bersekongkol dengan Chandra Kuana untuk merampas perhiasan emas seberat 42 gram.
  • Polres Pasaman berhasil menangkap kedua pelaku beserta barang bukti setelah melakukan penyelidikan dan interogasi terhadap sang pengemudi.

SuaraSumbar.id - Kenyamanan dan kepercayaan publik terhadap jasa transportasi lokal, terusik oleh peristiwa memilukan di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar). Seorang wanita bernama Cupiang (50), menjadi korban pembegalan sadis pada Sabtu, 4 April 2026, sekitar pukul 19.30 WIB.

Kejadian berlangsung di Jorong Tigo Koto, Nagari Silayang, Kecamatan Mapat Tunggul Selatan. Kejadian bermula saat Cupiang hendak pulang dari pasar. Ia pun menggunakan jasa ojek pangkalan yang disewanya. Ia tidak menaruh curiga sedikitpun pada sang driver, Ihsan Adrian (40), sosok yang semestinya menjamin keselamatannya.

Tanpa sepengetahuan korban, Ihsan rupanya telah bersekongkol dan menyusun rencana jahat dengan rekannya, Chandra Kuana (38), yang berperan sebagai eksekutor di lapangan.

"Korban pulang dari pasar dengan menggunakan ojek yang disewanya. Korban tidak mengetahui bahwa si driver ojek bernama Ihsan ini berniat jahat," kata Kasat Reskrim Polres Pasaman, AKP Fion Joni Hayes, Senin, 6 April 2026.

Saat di perjalanan, motor yang ditumpangi korban tiba-tiba dihadang oleh pelaku Chandra dengan mengacungkan sebilah parang. Tas korban ditarik hingga korban terjatuh.

"Tubuh korban terjatuh ke jalan. Setelah mengambil barang- barang milik korban, pelaku eksekutor melarikan diri ke arah kebun sawit," ujarnya.

Di dalam tas korban diketahui berisikan dua gelang emas dan satu cincin yang dilaporkan seberat 42 gram. Juga terdapat uang tunai Rp1,5 juta dan satu handphone yang baru dibeli korban.

Saat kejadian, pelaku driver ojek yang disewa korban juga berpura-pura ikut jadi korban. Kasus ini dilaporkan ke kepolisian.

Polisi selanjutnyaa melakukan penyelidikan, termasuk meminta keterangan si driver ojek pangkalan yang membawa korban. Hasil interogasi, ternyata si driver ojek terlibat dalam kasus ini.

Fion menyebutkan, driver ojek pangkalan ini mengaku mengatur skenario aksi pencurian dengan kekerasan tersebut dengan rekannya. Pelaku memberitahu identitas rekannya yang sebagai eksekutor.

"Kami melakukan penyelidikan terhadap keberadaan atas pelaku Chandra dan berhasil ditangkap di kediamannya," ungkapnya.

Kata Fion, hasil penggeledahan ditemukan barang bukti emas milik korban yang disimpan di dalam saku jaket pelaku sebelah kanan. Polisi juga menyita satu unit sepada motor yang digunakan pelaku saat beraksi.

"Pelaku telah mengakui bahwa dia telah yang telah mengambil secara paksa barang milik korban. Saat ini kedua pelaku telah kami amankan di polres," pungkasnya.

Kontributor: Saptra S

Load More