- PP IMI Pusat memastikan Musprov IMI Sumatera Barat tetap berlanjut guna memilih pengurus baru pasca pengunduran diri ketua.
- Proses verifikasi yang dilakukan oleh PP IMI di Padang memicu perdebatan sengit terkait keabsahan klub sebagai peserta Musprov.
- Sidang sempat diskors akibat situasi memanas, namun PP IMI menegaskan komitmennya untuk melanjutkan agenda tersebut hingga tuntas.
SuaraSumbar.id - Pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Barat dipastikan akan terus berlanjut, meskipun diwarnai polemik dan perdebatan sengit di antara para peserta.
Keputusan ini ditegaskan oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PP IMI Pusat, Jon Ismadi Lubis, yang hadir langsung untuk mengawal proses konsolidasi organisasi di daerah tersebut.
Jon Ismadi Lubis menjelaskan bahwa kehadiran PP IMI di Sumatera Barat awalnya adalah untuk mengambil alih kepengurusan dan mempersiapkan Musprov, menyusul pengunduran diri ketua umum sebelumnya.
Ini menjadi langkah krusial untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan dan legitimasi kepemimpinan baru dapat terbentuk.
"Kami datang ke Padang untuk mengambil alih kepengurusan dan melaksanakan Musprov," ujar Jon Ismadi Lubis pada Selasa (31/3/2026) malam.
Ia mengungkapkan, proses verifikasi dimulai sejak akhir Februari. Pada 2 Maret, hasil verifikasi awal menunjukkan 20 klub dinyatakan lolos, namun memicu perdebatan dari sejumlah pihak.
“Terjadi banyak perdebatan dan tuntutan. Akhirnya saya akomodir dengan menambah waktu hingga 5 Maret pukul 17.00 untuk melengkapi persyaratan,” katanya.
Setelah perpanjangan waktu, jumlah pendaftar meningkat menjadi 30 klub. Namun, setelah dilakukan verifikasi ulang, hanya 15 klub tambahan yang dinyatakan memenuhi syarat, sementara sisanya masih memiliki kekurangan administrasi.
“Tidak ada sanggahan sampai tanggal 27. Sanggahan baru masuk lewat email, sementara kantor sudah tutup. Kami buka kembali tanggal 30, tetapi kami merasa data yang ada sudah valid sehingga tidak dilakukan verifikasi ulang,” jelasnya.
Baca Juga: Lonjakan Wisata Lebaran 2026, PAD Kota Bukittinggi Tembus Rp3,5 Miliar
Jon menegaskan bahwa hanya klub yang memenuhi syarat administratif yang berhak menjadi peserta Musprov. Hal ini, menurutnya, telah diatur dalam ketentuan organisasi.
“Klub yang punya syarat itulah yang bisa masuk. Ini yang diperdebatkan, bahkan sampai terjadi debat kusir. Peserta sudah tidak menghormati pimpinan sidang,” ujarnya.
Situasi yang memanas membuat sidang akhirnya diskors. Jon membantah anggapan bahwa Musprov mengalami kebuntuan.
“Kalau dibilang deadlock, tidak. Itu hanya diskors karena belum sampai pada pemilihan pimpinan sidang,” tegasnya.
Ia juga menyoroti adanya tudingan kecurangan yang dinilai tidak berdasar dan cenderung tendensius.
“Ini bukan negara barbar, semua ada aturannya. Jangan menuduh pusat bermain. Kami tidak punya kepentingan, siapa pun yang menang adalah yang mendapat dukungan terbanyak,” katanya.
Berita Terkait
-
Lonjakan Wisata Lebaran 2026, PAD Kota Bukittinggi Tembus Rp3,5 Miliar
-
Lonjakan Wisata Lebaran! 59.655 Orang Kunjungi Istano Basa Pagaruyung
-
Rekayasa Arus Sumbar-Riau Diperpanjang hingga Malam Ini, Polisi Fokus Antisipasi Lonjakan Arus Balik
-
Gunung Marapi Erupsi Lagi, Aktivitas Vulkanik Terekam Dua Kali Sehari
-
Auditor Teddy Bebas di Kasus Korupsi Dana Trans Padang, 2 Ahli Nyatakan Putusan Vonis Sudah Tepat
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Suka Minum Kopi? Ini yang Perlu Diperhatikan demi Kesehatan Ginjal
-
BRI Salurkan Bantuan dan Bangun Posko BRI Peduli Untuk Korban Gempa NTT
-
Danantara dan BRI Tegaskan Peran Strategis Bangun Ekonomi Indonesia
-
HUT ke-81 RI, Bendera Raksasa Berkibar di Tebing Lembah Harau Sumbar
-
Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau