Budi Arista Romadhoni
Rabu, 25 Maret 2026 | 20:35 WIB
Polisi mengatur arus lalu lintas di Kelok Sembilan. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  • Polisi perpanjang rekayasa arus Sumbar-Riau hingga malam ini.
  • Arus balik dan wisata picu potensi kepadatan Kelok Sembilan.
  • Puncak arus balik terjadi, lalu lintas tetap lancar.

SuaraSumbar.id - Polres Lima Puluh Kota, Sumatra Barat (Sumbar), memutuskan mempertahankan rekayasa arus Sumbar-Riau di kawasan Kelok Sembilan hingga Rabu (25/3/2026) malam, meskipun arus balik Lebaran mulai menunjukkan penurunan.

Kebijakan rekayasa arus Sumbar-Riau ini diambil untuk memastikan kendaraan yang melintas di jalur penghubung Sumbar dan Riau tetap bergerak lancar tanpa hambatan berarti.

Kasat Lantas Polres Lima Puluh Kota Iptu Zarwiko menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas masih diberlakukan demi mengantisipasi potensi kepadatan.

"Rekayasa arus lalu tetap kami berlakukan sampai hari ini meskipun arus balik Lebaran sudah mulai menurun," kata Zarwiko.

Dalam skema yang diterapkan, kendaraan dari arah Sumbar menuju Riau dialihkan melalui jalur lama Kelok Sembilan. Sementara itu, kendaraan dari arah Riau menuju Sumbar tetap melintasi jembatan layang atau fly over Kelok Sembilan sepanjang 943 meter.

"Penerapan terus kami lakukan sampai malam ini demi mengantisipasi kepadatan arus yang bisa menyebabkan kemacetan," katanya.

Selain mengurai arus balik Lebaran, kepolisian juga memberi perhatian khusus terhadap peningkatan kendaraan menuju destinasi wisata. Wilayah Lima Puluh Kota dikenal memiliki sejumlah objek wisata favorit seperti Kapalo Bonda dan Lembah Harau yang ramai dikunjungi saat libur panjang.

Menurut Zarwiko, pertemuan antara kendaraan arus balik dan kendaraan wisata berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas jika tidak diantisipasi sejak dini.

"Kami tetap lakukan antisipasi karena pertemuan kendaraan arus balik dengan kendaraan kepentingan wisata bisa berpotensi menimbulkan kepadatan," katanya.

Rekayasa lalu lintas di Kelok Sembilan sendiri telah diterapkan sejak Minggu (22/3) sebagai langkah preventif menghadapi lonjakan arus balik Lebaran. Puncak arus kendaraan terjadi pada Senin hingga Selasa (24/3/2026) malam.

"Puncaknya terjadi pada Senin hingga Selasa malam. Terjadi kepadatan arus namun lancar, tidak ada penumpukan atau kemacetan," jelasnya.

Untuk memastikan kelancaran rekayasa arus Sumbar-Riau, personel Polres Lima Puluh Kota disiagakan sejak pagi hingga lewat tengah malam. Pengamanan intensif dilakukan guna menjaga arus lalu lintas tetap terkendali di jalur strategis tersebut. (Antara)

Load More