- Pemkab Dharmasraya menyelenggarakan pasar murah di tiga lokasi berbeda pada bulan Mei hingga Juni 2026 mendatang.
- Kegiatan hasil kolaborasi Pemkab, Bulog, dan Bank Nagari ini menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
- Masyarakat dapat membeli beras SPHP, minyak goreng, gula, dan telur guna memenuhi kebutuhan rumah tangga secara ekonomis.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) menggelar pasar murah di tiga lokasi berbeda. Rinciannya di Kantor Wali Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, pada Rabu 13 Mei 2026.
Lalu, depan Masjid Agung Babussalam, Kecamatan Pulau Punjung Jumat, 22 Mei 2026, dan Kantor di Kantor Camat Sungai Rumbai Jumat, 5 Juni 2026.
"Program ini merupakan kerja sama antara Pemkab, Perum Bulog dan Bank Nagari," kata Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Dharmasraya, Alfiandri, melansir Antara, Senin, 11 Mei 2026.
Di pasar murah ini, kata Alfiandri, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Seperti beras SPHP lima kilogram Rp60 ribu, minyak goreng merk Minyakita Rp12 ribu per liter, gula pasir Rp15 ribu per kilogram, dan telur ayam satu papan Rp45 ribu.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut dengan baik karena stok kebutuhan pokok yang disediakan terbatas.
"Harapan kita program ini benar-benar membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih ringan," katanya.
Berita Terkait
-
Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya
-
Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri
-
Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?
-
Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Papua, Wamendagri Ribka Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif
-
Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi