- Tiga tersangka kasus korupsi kredit Bank pelat merah belum ditahan.
- Anggota DPRD Sumbar berstatus DPO dalam kasus korupsi perbankan.
- Pakar hukum sebut tersangka korupsi tidak selalu harus ditahan.
SuaraSumbar.id - Kasus dugaan korupsi kredit di salah satu Bank pelat merah yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang terus bergulir. Dalam perkara dugaan korupsi kredit modal kerja dan bank garansi itu, penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka yang belum satu pun ditahan.
Salah satu tersangka merupakan anggota DPRD Sumbar berinisial BSN. Anggota dewan itu bahkan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) karena dinilai tidak memenuhi panggilan penyidik.
Sementara itu, dua tersangka lain dalam perkara korupsi ini berasal dari internal bank pelat merah tersebut. Keduanya berinisial RA yang menjabat sebagai senior relationship manager periode 2016 serta RF yang menjabat relationship manager periode 2018–2020 di bank pelat merah di Padang.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Padang, Afdal, juga belum memberikan penjelasan rinci terkait alasan RA dan RF belum ditahan meski tidak berstatus DPO.
"Terkait hal tersebut tunggu perkembangan lanjutan, pasti kami infokan. Terkait upaya paksa penahanan, kami kaji mendalam. sama-sama kita pahami KUHAP baru persyaratannya," kata Afdal kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).
Afdal juga enggan menjelaskan berapa kali RA dan RF telah dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka. Termasuk alasan keduanya tidak ditetapkan sebagai DPO seperti BSN.
"Nanti kami cek kembali dan berdinamika dengan tim dulu," ucapnya.
Dalam perkara ini, tersangka BSN telah ditetapkan sebagai DPO karena dianggap tidak memenuhi panggilan penyidik. Sementara itu, tersangka RA dan RF hingga kini belum dilakukan penahanan meskipun sama-sama berstatus tersangka dalam perkara yang sama.
Di sisi lain, pakar hukum pidana dari Universitas Andalas (Unand), Edita Elda, menjelaskan bahwa dalam perkara tindak pidana korupsi, tersangka tidak selalu harus ditahan.
"Tidak harus. Karena penahan itu kembali kepada tujuannya apa. Untuk penahan itu kan untuk kepentingan memudahkan proses pemeriksaan yang telah dilakukan terhadapnya," kata Edita.
Ia menegaskan bahwa status tersangka tidak otomatis membuat seseorang harus ditahan, terutama jika yang bersangkutan bersikap kooperatif selama proses hukum berlangsung.
"Tersangka pasti ditahan, itu tidak boleh pandangan seperti itu. Karena penahan itu untuk membantu pemeriksaan yang sedang dilakukan. Kalau dia misalnya koorperatif, wajib lapor, kan tidak harus ditahan," jelasnya.
"Karena penahan itu pengekangan atau upaya paksa untuk membantu penyidik dalam ini memudahkan dalam proses pemeriksaan perkara yang dilakukan," katanya.
Berita Terkait
-
Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai
-
Motor Listrik Terparkir di Pinggir Jalan Bekasi, Kejagung: Bukan Barang Bukti MBG
-
Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran, Ini Kasus Korupsi yang Dinilai Berdampak pada HAM
-
Merasa Namanya Hancur, Fuad Hasan Klaim Tak Pernah Beri Nusron Wahid Uang Ratusan Miliar
-
Dugaan Gratifikasi Pemkot Madiun, KPK Sita Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar