- Polisi Agam sita puluhan kendaraan knalpot racing selama Ramadhan.
- Knalpot racing dianggap ganggu ketenangan ibadah Shalat Tarawih warga.
- Pelanggar ditilang dan wajib ganti knalpot standar kendaraan.
SuaraSumbar.id - Jajaran Polres Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mengamankan puluhan kendaraan yang menggunakan knalpot racing selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Penindakan ini dilakukan karena suara knalpot racing dinilai mengganggu ketenangan masyarakat saat menjalankan ibadah Shalat Tarawih.
Sebanyak 48 kendaraan yang memakai knalpot racing diamankan oleh jajaran Polres Agam dalam kurun waktu 20 hari Ramadhan. Seluruh kendaraan tersebut kini berada di Mapolres Agam sebagai barang bukti pelanggaran lalu lintas.
Kapolres Agam AKBP Muari melalui Kanit Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas Satlantas Polres Agam Aiptu Codi Ibdrahim mengatakan kendaraan yang menggunakan knalpot racing tetap diamankan meskipun pengendara membawa kelengkapan surat kendaraan.
"Seluruh barang bukti kendaraan kita amankan, walaupun mereka membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) maupun Surat Izin Mengemudi (SIM)," katanya, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, kendaraan tersebut menggunakan knalpot racing atau knalpot brong yang menimbulkan suara keras sehingga mengganggu pelaksanaan ibadah Shalat Tarawih di sejumlah kawasan.
Penindakan dilakukan di beberapa titik yang sering menjadi lokasi berkumpulnya pengendara, seperti kawasan Sport Center Bukit Bunian Lubuk Basung, GOR Rang Agam Lubuk Basung, serta komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Agam yang berada di sekitar Masjid Agung Nurul Falah Lubuk Basung.
"Seluruh kendaraan tersebut kita tilang dan pemilik diminta untuk mengganti dengan knalpot standar," katanya.
Selain itu, pemilik kendaraan juga diwajibkan membuat surat pernyataan sebagai bentuk komitmen untuk melepas knalpot racing dan tidak kembali memasangnya pada kendaraan mereka.
Ia menambahkan bahwa proses sidang pelanggaran kendaraan tersebut akan dilaksanakan setelah perayaan Idul Fitri. Langkah ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pelanggar aturan lalu lintas.
Sebelum kendaraan dapat diambil kembali, pengendara juga diminta melengkapi seluruh kelengkapan kendaraan sesuai aturan yang berlaku.
"Kendaraan tersebut diamankan saat kegiatan rutin yang ditingkatkan dalam menindaklanjuti keluhan warga dengan bunyi kendaraan mereka," katanya.
Polisi menyebut kegiatan penertiban ini dilakukan secara rutin setiap malam selama Ramadhan. Upaya tersebut bertujuan menjaga ketertiban lalu lintas serta memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Shalat Tarawih dengan aman dan nyaman tanpa gangguan suara knalpot racing.
"Kegiatan ini setiap malam kita lakukan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan ibadah," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Dentuman di Rakaat ke-16: Fakta-Fakta Ledakan Misterius yang Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember
-
16 Maret 2026 Tarawih Malam ke Berapa? Ini Keutamaannya
-
Keutamaan Salat Tarawih Malam Ke-21 Ramadan, Dibangunkan Rumah Bercahaya di Surga
-
Menyoal Muslim Musiman vs Muslim VIP: Stop Jadi Juri Keimanan Orang Lain
-
Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-18 Ramadan: Ridha Allah untuk Diri dan Kedua Orang Tua
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Buyback Rp500 Miliar Digelar Hingga September 2026, BRI Pastikan Modal Tetap Solid
-
Petani di Pulau Simeulue Aceh Tunda Penanaman Padi, Kenapa?
-
Heboh Teror 'Pocong Begal' di Solok, Polisi Bilang Hoaks
-
JEMBATAN Soroti Persekusi Mahasiswa di PNJ dan UNP: Kampus Harus Jadi Ruang Aman Bebas Diskriminasi
-
Mau Mendaki Gunung? Ini Panduan yang Wajib Anda Ketahui