Riki Chandra
Senin, 09 Maret 2026 | 16:17 WIB
Pemain Semen Padang FC, Kasim Botan, menggiring bola dibayangi pesepak bola Malut United, Yance Sayuri, dalam pertandingan lanjutan BRI Super League di Stadion GOR H Agus Salim Padang, Sumatera Barat, Jumat (20/2/2026). [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  •  Semen Padang FC hadapi PSBS Biak dalam laga hidup mati.

  • Pertandingan menentukan nasib Kabau Sirah keluar dari zona degradasi.

  • Debut Imran Nahumarury diuji saat Semen Padang FC krusial.

SuaraSumbar.id - Pertandingan Semen Padang FC melawan PSBS Biak dipastikan menjadi laga krusial pada lanjutan BRI Super League musim 2025/2026.

Duel yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Bantul, Yogyakarta, Senin (9/3/2026) malam ini disebut sebagai laga “hidup mati” bagi Semen Padang FC dalam upaya keluar dari zona degradasi.

Memasuki pekan ke-25 BRI Super League, Semen Padang FC masih terjebak di posisi juru kunci klasemen sementara.

Situasi tersebut membuat pertandingan melawan PSBS Biak menjadi momentum penting bagi tim Kabau Sirah untuk menjaga peluang bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Selain menentukan posisi di papan bawah klasemen, laga Semen Padang FC kontra PSBS Biak juga menjadi debut penting bagi pelatih baru Imran Nahumarury.

Mantan pelatih yang sebelumnya sukses membawa Malut United finis di peringkat ketiga musim lalu itu kini menghadapi tantangan berat menyelamatkan Semen Padang FC dari ancaman degradasi.

Pertandingan ini menjadi awal yang tidak mudah bagi Imran Nahumarury. Pelatih kelahiran Tulehu, Maluku tersebut ditargetkan mampu memperbaiki performa tim yang hingga pekan ke-25 masih berada di dasar klasemen BRI Super League.

Di sisi lain, duel ini juga tidak kalah menarik dibandingkan laga lain yang berlangsung pada waktu bersamaan, seperti pertandingan Persib Bandung yang menjamu Persik Kediri.

Jika laga Persib berpengaruh pada perebutan puncak klasemen, maka pertandingan Semen Padang FC melawan PSBS Biak justru menentukan nasib tim-tim papan bawah untuk keluar dari zona merah.

Saat ini, PSBS Biak berada di peringkat ke-16 klasemen dengan koleksi 18 poin dari 24 pertandingan, hasil empat kemenangan, enam kali imbang, dan 14 kekalahan.

Sementara itu Semen Padang FC berada di posisi ke-18 atau juru kunci dengan 17 poin dari 24 pertandingan, mencatat empat kemenangan, lima kali imbang, dan 15 kekalahan.

Bagi Kabau Sirah, kemenangan dalam laga ini menjadi sangat penting. Jika berhasil meraih tiga poin, Semen Padang FC berpeluang menyalip PSBS Biak sekaligus memperbaiki posisi klasemen sementara.

Meski demikian, perjuangan Semen Padang FC untuk keluar dari zona degradasi tidak hanya bergantung pada laga ini. Tim tersebut juga masih harus mengejar perolehan poin Madura United dan Persijap Jepara yang sama-sama mengoleksi 20 poin.

Selain perebutan poin, publik juga menantikan strategi yang akan diterapkan Imran Nahumarury dalam pertandingan ini. Pelatih tersebut masih mengandalkan materi pemain peninggalan pelatih sebelumnya, Dejan Antonic.

Dalam beberapa pertandingan terakhir, lini serang Semen Padang FC menjadi salah satu sektor yang mengalami kendala. Hal itu menjadi pekerjaan rumah bagi Imran Nahumarury untuk menemukan formula baru agar timnya mampu tampil lebih efektif.

Load More