Riki Chandra
Senin, 09 Maret 2026 | 14:59 WIB
Erupsi Gunung Marapi di Sumbar. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  • Erupsi Gunung Marapi lontarkan abu vulkanik setinggi 1,6 kilometer pagi.
  • Kolom abu tebal condong timur, erupsi terekam seismogram 33 detik.
  • PVMBG larang aktivitas radius tiga kilometer, warga diimbau tetap waspada.

SuaraSumbar.id - Aktivitas erupsi Gunung Marapi kembali terjadi pada Senin (9/3/2026). Gunung api yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) itu melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 1,6 kilometer dari puncak.

Peristiwa erupsi Gunung Marapi tersebut dilaporkan oleh Pos Gunung Api (PGA) Marapi pada pukul 08.46 WIB. Aktivitas vulkanik ini kembali mengingatkan masyarakat terhadap potensi bahaya erupsi Gunung Marapi yang masih terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Petugas PGA Gunung Marapi, Bilal Allegra Munbaits, mengatakan tinggi kolom abu dari erupsi Gunung Marapi terpantau jelas dari pengamatan visual di pos pemantauan.

"Ketinggian kolom abu teramati sekitar 1,6 kilometer," kata Bilal Allegra Munbaits.

Ia menjelaskan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong mengarah ke timur. Aktivitas Gunung Marapi Sumatera Barat tersebut juga terekam melalui alat pemantau kegempaan.

Menurut catatan seismogram, erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum mencapai 30 milimeter dengan durasi sekitar 33 detik. Data tersebut menjadi bagian dari pemantauan rutin aktivitas vulkanik Gunung Marapi Sumatera Barat oleh petugas pengamatan gunung api.

Saat ini status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Dengan status tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung api tersebut.

PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pengunjung agar tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung, yaitu Kawah Verbeek. Larangan tersebut dikeluarkan sebagai langkah mitigasi terhadap potensi bahaya dari aktivitas erupsi Gunung Marapi.

Selain itu, PVMBG juga mengingatkan adanya potensi ancaman lahar dingin Gunung Marapi, terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung.

Potensi tersebut bisa meningkat saat terjadi hujan atau selama musim hujan berlangsung. Material vulkanik yang berada di lereng gunung berpotensi terbawa aliran air dan membentuk lahar dingin yang dapat mengalir ke daerah hilir.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan jika terjadi hujan abu akibat aktivitas erupsi Gunung Marapi. Dalam kondisi tersebut, warga diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan.

Tidak hanya itu apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA). Hingga saat ini, pemantauan terhadap aktivitas erupsi Gunung Marapi masih terus dilakukan oleh petugas vulkanologi. (Antara)

Load More