- Erupsi Gunung Marapi lontarkan abu vulkanik setinggi 1,6 kilometer pagi.
- Kolom abu tebal condong timur, erupsi terekam seismogram 33 detik.
- PVMBG larang aktivitas radius tiga kilometer, warga diimbau tetap waspada.
SuaraSumbar.id - Aktivitas erupsi Gunung Marapi kembali terjadi pada Senin (9/3/2026). Gunung api yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) itu melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 1,6 kilometer dari puncak.
Peristiwa erupsi Gunung Marapi tersebut dilaporkan oleh Pos Gunung Api (PGA) Marapi pada pukul 08.46 WIB. Aktivitas vulkanik ini kembali mengingatkan masyarakat terhadap potensi bahaya erupsi Gunung Marapi yang masih terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Petugas PGA Gunung Marapi, Bilal Allegra Munbaits, mengatakan tinggi kolom abu dari erupsi Gunung Marapi terpantau jelas dari pengamatan visual di pos pemantauan.
"Ketinggian kolom abu teramati sekitar 1,6 kilometer," kata Bilal Allegra Munbaits.
Ia menjelaskan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong mengarah ke timur. Aktivitas Gunung Marapi Sumatera Barat tersebut juga terekam melalui alat pemantau kegempaan.
Menurut catatan seismogram, erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum mencapai 30 milimeter dengan durasi sekitar 33 detik. Data tersebut menjadi bagian dari pemantauan rutin aktivitas vulkanik Gunung Marapi Sumatera Barat oleh petugas pengamatan gunung api.
Saat ini status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Dengan status tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung api tersebut.
PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pengunjung agar tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung, yaitu Kawah Verbeek. Larangan tersebut dikeluarkan sebagai langkah mitigasi terhadap potensi bahaya dari aktivitas erupsi Gunung Marapi.
Selain itu, PVMBG juga mengingatkan adanya potensi ancaman lahar dingin Gunung Marapi, terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung.
Potensi tersebut bisa meningkat saat terjadi hujan atau selama musim hujan berlangsung. Material vulkanik yang berada di lereng gunung berpotensi terbawa aliran air dan membentuk lahar dingin yang dapat mengalir ke daerah hilir.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan jika terjadi hujan abu akibat aktivitas erupsi Gunung Marapi. Dalam kondisi tersebut, warga diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan.
Tidak hanya itu apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA). Hingga saat ini, pemantauan terhadap aktivitas erupsi Gunung Marapi masih terus dilakukan oleh petugas vulkanologi. (Antara)
Berita Terkait
-
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Muntahkan Abu Vulkanik Lebih Tinggi
-
Gunung Marapi Erupsi, Ketinggian Abu Vulkanik Capai 350 Meter
-
Erupsi Gunung Marapi: Kolom Abu Tebal Mengarah Utara dan Timur Laut
-
Daftar 16 Gunung Api Mematikan dan Populer di Indonesia, Krakatau Paling Bahaya?
-
Jokowi Instruksi Banjir Lahar Dingin di Sumbar: Santunan Segera Diberikan dan Relokasi Rumah Warga
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Kenapa Baru Saja Makan Tapi Cepat Lapar Lagi? Bisa Jadi Tanda Kesehatan Bermasalah
-
5 Warung Kopi Legendaris di Padang, Surga Pecinta Kopi Tradisional yang Wajib Dicoba
-
Bertentangan dengan Norma Agama dan Nilai Sosial, 252 Miras di Pesisir Selatan Dimusnahkan
-
Buyback Rp500 Miliar Digelar Hingga September 2026, BRI Pastikan Modal Tetap Solid
-
Petani di Pulau Simeulue Aceh Tunda Penanaman Padi, Kenapa?