-
Aktivitas Gunung Marapi relatif stabil tanpa indikasi tambahan suplai magma.
-
Pemantauan seismik menunjukkan tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik signifikan.
-
Badan Geologi memastikan kondisi pascaerupsi Gunung Marapi masih stabil.
SuaraSumbar.id - Aktivitas Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), dilaporkan relatif stabil berdasarkan pemantauan terbaru Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pemantauan Badan Geologi pada periode 16–28 Februari 2026 menunjukkan belum adanya indikasi peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan dari gunung api aktif tersebut.
Pelaksana tugas (Plt) Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menyebutkan bahwa aktivitas Gunung Marapi selama periode tersebut tidak menunjukkan lonjakan gempa yang mengarah pada adanya tambahan suplai magma dari kedalaman.
"Aktivitas kegempaan Gunung Marapi relatif stabil, tidak terlihat peningkatan gempa yang mengindikasikan adanya tambahan suplai magma dari kedalaman," kata Lana Saria dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/3/2026).
Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa aktivitas Gunung Marapi masih didominasi gempa yang berkaitan dengan tekanan fluida dangkal.
Jumlah gempa teramati terbatas dan tidak diikuti peningkatan tremor yang signifikan, sehingga belum menunjukkan gejala peningkatan aktivitas vulkanik.
Selain itu, nilai Real Time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) yang menjadi indikator energi seismik gunung api juga tercatat berfluktuasi di sekitar garis dasar atau baseline. Kondisi itu menunjukkan tidak adanya akumulasi energi yang signifikan di dalam tubuh gunung api.
Badan Geologi juga mencatat nilai dv/v atau variasi kecepatan seismik didominasi angka negatif dengan fluktuasi pada kisaran rendah hingga menengah.
Secara fisik, kondisi ini mencerminkan penurunan modulus elastik atau kekakuan medium di bagian dangkal.
Meski demikian, nilai negatif tersebut tidak menunjukkan pola penurunan secara terus menerus maupun berkelanjutan. Data yang terekam justru memperlihatkan fluktuasi di kisaran yang relatif sama tanpa adanya pendalaman anomali yang berarti.
Sementara itu, parameter koherensi yang digunakan untuk memantau kestabilan struktur internal gunung api tercatat berada pada tingkat menengah hingga tinggi. Nilai tersebut juga relatif stabil meskipun sempat mengalami penurunan kecil yang bersifat sementara.
Dalam laporan pemantauan tersebut, Badan Geologi menegaskan tidak terlihat kecenderungan penurunan dv/v yang signifikan maupun gangguan koherensi yang dapat mengindikasikan adanya tekanan baru di bagian dangkal tubuh gunung api.
"Kondisi ini mencerminkan aktivitas pascaerupsi yang masih berlangsung, tanpa adanya eskalasi menuju erupsi yang lebih besar," jelas Lana.
Dengan kondisi tersebut, aktivitas Gunung Marapi hingga akhir Februari 2026 masih berada pada pola stabil tanpa indikasi peningkatan tekanan magma yang dapat memicu erupsi besar dalam waktu dekat. (Antara)
Berita Terkait
-
Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Badan Geologi Catat Peralihan Erupsi ke Tipe Strombolian
-
Prabowo Wacanakan Merger BMKG-Badan Geologi, DPR Usul BNPB Ikut Dilebur dalam Satu Kementerian
-
Badan Geologi Tak Perlu Dilebur ke BMKG: Dinilai Bisa Ganggu Fokus Mitigasi Bencana
-
Puan Maharani Soal Wacana Penggabungan Badan Geologi dan BMKG: Harus Dikaji Dulu, Tugasnya Beda
-
Sinyal Hijau DPR: Restui Rencana Prabowo Lebur Badan Geologi dan BMKG Demi Efisiensi
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo
-
45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung
-
Inilah Cerita Tentang Dewi Natalia, Mantri BRI yang 15 Tahun Lawan Rentenir dan Dukung Pedagang
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM
-
Raih Penghargaan, BRI Dorong Transformasi Digital Lewat BRImo Taiwan