- BNNP Sumbar menangkap AHC dan sita tiga kilogram sabu di Padang.
- Informasi masyarakat membawa pengungkapan, sabu ditemukan rumah dan mobil pelaku.
- BNNP dalami jaringan lain, total barang bukti 2,876 kilogram sabu.
SuaraSumbar.id - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat (Sumbar) kembali memutus mata rantai peredaran narkoba di Kota Padang. Sebanyak 2,876 kilogram sabu berhasil diamankan dari tangan seorang pria berinisial AHC dalam operasi yang digelar pada Rabu (11/2/2026).
Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Ricky Yanuarfi, menjelaskan pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran sabu.
Menindaklanjuti laporan itu, tim pemberantasan dan intelijen melakukan penyelidikan mendalam, termasuk pemantauan dan pemetaan terhadap target yang dicurigai.
"Setelah dilakukan observasi dan pendalaman, tim bergerak melakukan penindakan," ujar Ricky dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).
AHC ditangkap di kawasan Kampung Lolo, Komplek Gunung Sari, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Saat penggeledahan di rumah pelaku, petugas menemukan satu paket sabu yang disimpan di dalam lemari kamar.
Dari hasil interogasi awal, kata Ricky, pelaku mengakui masih menyimpan sabu lainnya di dalam mobil miliknya. Tim kemudian menggeledah mobil Toyota Innova yang terparkir di luar rumah.
Di dalam kendaraan itu, petugas menemukan sebuah tas jinjing berisi dua paket besar sabu terbungkus plastik hijau bertuliskan "Guanyinwang".
"Di dalam tas yang sama juga terdapat sebuah tas tangan hitam berisi 13 paket sabu dalam balutan plastik bening," ucapnya.
Ricky menambahkan, penggeledahan berlanjut hingga ditemukan lagi tas ransel hitam putih yang di dalamnya terdapat sebuah kotak hitam berisi tujuh paket sabu.
"Secara keseluruhan, barang bukti sabu yang disita mencapai 2,876 kilogram. Selain narkotika, kami turut mengamankan sejumlah barang bukti lain yang berkaitan dengan kasus tersebut," tuturnya.
Saat ini pelaku beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke kantor BNNP Sumbar untuk proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.
"Kami masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran sabu ini," tegas Ricky.
kontributor: Saptra S
Berita Terkait
-
Teh Cina Isi 13 Kg Sabu dari Malaysia Disita Bea Cukai Entikong Bareng TNI-Polri
-
Berbekal Senpi, Begini Sepak Terjang Sindikat Sabu Tambun yang Diringkus Polisi
-
2 Tahun Jadi Buron, Pengendali Narkoba Lintas Negara Ditangkap
-
Revaldo Pesan Sabu via Telepon, Polisi Kini Buru Sang Pemasok
-
Kronologis Aktor Revaldo Kembali Ditangkap Polisi karena Narkoba
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Mau Tukar Valas Sebelum ke Luar Negeri? Cek Lokasi BRI Money Changer Terdekat
-
Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik
-
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan
-
Tinjau Lokasi Banjir Bandang Solok, Gibran Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi