- Badan Geologi paparkan sebelas indikasi awal potensi sinkhole Situjuah di Limapuluh Kota.
- Warga diminta mengenali gejala perubahan tanah dan air sekitar.
- Temuan tanda sinkhole diharap segera dilaporkan ke desa.
SuaraSumbar.id - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengedukasi masyarakat untuk mengenali sinkhole, fenomena tanah yang tiba-tiba ambles dan membentuk lubang seperti yang terjadi di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar).
Pemahaman mengenai sinkhole dinilai penting agar warga dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini.
Ahli geologi teknik Badan Geologi Kementerian ESDM, Taufiq Wira Buana, mengatakan pihaknya telah menyampaikan berbagai gejala awal sinkhole Situjuah kepada masyarakat.
Edukasi tersebut diharapkan membuat warga lebih peka terhadap perubahan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggalnya.
“Kami sudah menjelaskan 11 indikasi awal sinkhole Situjuah kepada masyarakat dan ini sangat penting,” kata Taufiq Wira Buana, Rabu (11/2/2026).
Ia memaparkan, gejala pertama ditandai dengan munculnya cekungan dengan lubang vertikal. Diameter cekungan itu bisa hanya beberapa sentimeter hingga beberapa meter, yang berfungsi sebagai tempat keluar atau masuknya air.
Indikasi kedua adalah aliran air atau sungai yang mendadak menghilang. Ketiga, adanya retakan melingkar atau lonjong dengan bagian tengah yang terlihat lebih cekung atau ambles.
Berikutnya, terdapat rekahan di permukaan tanah yang menjadi jalan masuk air. Pola rekahan ini dapat memanjang dan biasanya searah dengan aliran sungai bawah tanah.
“Gejala kelima air di permukaan tiba-tiba menghilang,” ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjut dia, juga bisa ditandai dengan saluran irigasi, kolam, atau embung yang mendadak bocor sehingga airnya lenyap ke dalam tanah.
Indikasi berikutnya adalah tumbuh-tumbuhan yang berkumpul secara alami pada satu titik tertentu dan membentuk pola melingkar.
Gejala lain dari fenomena ini yakni munculnya banyak mata air yang berdekatan seperti berkelompok. Air pun bisa tiba-tiba menjadi keruh atau berubah warna.
Selain itu, mata air atau sumur warga dapat mendadak kering meskipun sedang musim hujan. Area tertentu juga terasa lebih lembap atau basah dibanding wilayah sekitarnya. Tanda terakhir berupa sumur gali dangkal yang memperlihatkan adanya aliran sungai bawah tanah di dalamnya.
Taufiq menegaskan, belasan indikasi tersebut tidak semuanya membahayakan keselamatan. Namun masyarakat tetap diminta waspada. Bila menemukan tanda-tanda sinkhole Situjuah, warga diharapkan segera melapor kepada perangkat desa untuk diteruskan kepada Badan Geologi.
“Badan Geologi berharap masyarakat juga peduli dengan tanda-tanda sinkhole tipe Situjuah ini,” ujarnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Api Biru Muncul di Gunung Papandayan, Pendakian Ditutup Sementara
-
Muncul Dua Gumuk Dekat Anak Krakatau, Badan Geologi Minta Warga Jaga Jarak
-
Muncul Daratan Seluas 32,8 Hektare Dekat Anak Krakatau: Pulau Baru?
-
BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?
-
Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Badan Geologi Catat Peralihan Erupsi ke Tipe Strombolian
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Mau Tukar Valas Sebelum ke Luar Negeri? Cek Lokasi BRI Money Changer Terdekat
-
Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik
-
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan
-
Tinjau Lokasi Banjir Bandang Solok, Gibran Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi