-
Ribuan warga Agam masih mengungsi pascabencana hidrometeorologi sejak November 2025.
-
Banjir bandang dan longsor sebabkan ratusan korban jiwa di Agam.
-
Pengungsi berharap hunian sementara segera disediakan pemerintah daerah.
SuaraSumbar.id - Sebanyak 2.497 warga Agam masih mengungsi hingga awal Februari 2026 akibat dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), sejak akhir November 2025.
Data tersebut dicatat Pemerintah Kabupaten Agam setelah melakukan validasi terhadap warga terdampak yang rumahnya rusak dan berada di zona merah.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Agam, Yunilson, mengatakan 2.497 warga Agam mengungsi berdasarkan hasil pendataan terbaru yang dilakukan pemerintah daerah.
“Masih ada 2.497 warga mengungsi dan ini berdasarkan hasil validasi yang kita lakukan,” kata Yunilson, Jumat (6/2/2026).
Menurut Yunilson, 2.497 warga Agam mengungsi tersebar di tiga kecamatan terdampak paling parah.
Di Kecamatan Palembayan tercatat sebanyak 623 orang, Kecamatan Tanjung Raya 1.192 orang, serta Kecamatan Malalak 280 orang. Warga terpaksa meninggalkan rumah karena bangunan rusak berat atau berada di kawasan rawan bencana.
Para pengungsi saat ini menempati berbagai lokasi darurat, mulai dari tempat ibadah, rumah tetangga, hingga bangunan tidak terpakai. Kondisi tersebut terjadi setelah rangkaian banjir bandang, tanah longsor, dan banjir merendam wilayah Agam sejak akhir November 2025.
“Mereka mengungsi semenjak bencana banjir bandang, tanah longsor dan banjir melanda daerah itu semenjak akhir November 2025,” katanya.
Selain menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal, bencana tersebut juga menimbulkan korban jiwa.
Pemerintah Kabupaten Agam mencatat sebanyak 166 orang meninggal dunia, dengan rincian Palembayan 146 orang, Malalak 17 orang, Tanjung Raya 10 orang, Matur satu orang, Ampek Nagari satu orang, serta wilayah lainnya.
Sementara itu, jumlah warga hilang mencapai 36 orang, masing-masing tersebar di Kecamatan Palembayan 32 orang, Malalak satu orang, Tanjung Raya dua orang, dan Lubuk Basung satu orang.
Salah seorang warga Tanjung Raya, Rahmat Hidayat, mengatakan dirinya bersama keluarga mengungsi di bekas kandang sapi milik warga setelah rumahnya rusak berat.
“Kami mengungsi di sini setelah pemilik memberikan izin dan langsung kami bersihkan secara bersama-sama,” katanya.
Rahmat mengakui rumahnya mengalami kerusakan parah dan berada di kawasan zona merah. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah segera menyediakan hunian sementara agar keluarganya dapat tinggal dengan aman. (Antara)
Berita Terkait
-
Respons Cepat Kemensos, Bantuan dan Dapur Umum Disiapkan untuk Korban Bencana di Tegal
-
Tito Karnavian Resmikan Huntara Agam, Dorong Percepatan Bantuan dan Validasi Data Korban Bencana
-
Nusron Wahid: Ribuan Hektare Tanah Terlantar dan HGU Disiapkan Jadi Rumah Korban Bencana
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Bareskrim Turunkan Tim ke Sumbar Bidik Tambang Emas Ilegal, Ada Aktor Besar yang Diincar?
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Ribuan Warga Agam Masih Tinggal di Pengungsian, Tersebar di Tiga Kecamatan
-
5 Lipstik Merah Favorit Taylor Swift, Berapa Harganya?
-
Erupsi Gunung Marapi Tak Ganggu Penerbangan, Ini Penjelasan BIM
-
Gunung Marapi Erupsi Malam Hari, Semburkan Abu Vulkanik 3 Kilometer
-
CEK FAKTA: Aturan Baru ASN Harus Pakai Seragam Biru Muda Gaya Kampanye Prabowo, Benarkah?