- Klaim seragam biru muda ASN beredar di media sosial.
- Kemenag Jombang tegaskan informasi seragam biru muda adalah hoaks.
- Aturan resmi ASN hanya mengatur penggunaan batik Korpri.
SuaraSumbar.id - Beredar di media sosial kabar mengenai aturan baru ASN yang disebut mewajibkan aparatur sipil negara mengenakan seragam biru muda seperti yang digunakan pasangan Prabowo-Gibran saat kampanye Pilpres 2024. Informasi tersebut menyebar luas dan menimbulkan kebingungan publik.
Unggahan terkait aturan baru ASN itu berasal dari akun Facebook “Nuro'in Wahyupurwana” yang diunggah pada Rabu (28/1/2026).
Dalam narasinya tertulis, “Aturan Pakaian Dinas ASN Kementerian Agama .. ada tambahan Baju Prabowo warna Biru Muda”.
Lantas, benarkah informasi tersebut?
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta TurnBackHoax, tidak ditemukan berita kredibel terkait berita tersebut. Pencarian di Google mengarah pada unggahan akun Instagram resmi Kemenag Kabupaten Jombang yang dipublikasikan Kamis (29/1/2025).
Dalam unggahan tersebut, Kemenag Jombang secara tegas menyatakan bahwa informasi mengenai kewajiban ASN mengenakan seragam biru muda adalah tidak benar atau hoaks.
Pihak Kemenag memastikan tidak pernah mengeluarkan aturan pakaian dinas seperti yang diklaim dalam unggahan Facebook tersebut.
Adapun ketentuan resmi terkait pakaian dinas ASN saat ini diatur dalam Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 2 Tahun 2026.
Surat edaran itu mengatur penggunaan pakaian seragam Batik Korpri bagi PNS dan PPPK di lingkungan instansi pusat, daerah, serta perwakilan NKRI di luar negeri.
Dalam aturan resmi tersebut maupun regulasi terkait lainnya, tidak ditemukan ketentuan yang mewajibkan ASN mengenakan seragam biru muda sebagaimana yang dikaitkan dengan kampanye Prabowo-Gibran. Dengan demikian, klaim aturan baru ASN yang beredar di media sosial tidak memiliki dasar hukum.
Kesimpulan
Informasi mengenai aturan baru ASN yang mewajibkan penggunaan seragam biru muda ala kampanye Prabowo adalah tidak benar atau hoaks. Unggahan tersebut dikategorikan sebagai konten tiruan (impostor content).
Berita Terkait
-
Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara
-
Kasus Penyadapan Presiden Terbongkar, Istana Beri Sinyal Bakal Bersih-bersih
-
Hasto Ungkap PDIP Sudah Disadap Sejak Tolak Putusan MK yang Loloskan Gibran!
-
Tak Bela Gibran di Deklarasi Buruh, Said Iqbal: Masa Kami Bela yang Tak Diserang?
-
Murka Dituduh Terlibat Penyadapan Presiden, Bahlil Sebut Penyebar Isu Pakai Ilmu 'Abu Leke'
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM
-
BRI Private dan BRI Prioritas Tawarkan Privilege Pendidikan Anak di Sequoia School
-
Sempat Lumpuh Lima Jam Akibat Longsor, Jalur Sumbar-Riau di Limapuluh Kota Kembali Bisa Dilalui
-
Longsor Timbun Badan Jalan di Pangkalan Limapuluh Kota, Akses Sumbar-Riau Ditutup
-
Mahasiswa Asal Padang Diduga Terlibat Perdagangan Orang dan Eksploitasi Seksual Anak