- Tim SAR gabungan menemukan satu korban meninggal dunia bernama Dafi di Kabupaten Solok pada Selasa.
- Banjir bandang melanda Kecamatan Gunung Talang pada Senin malam setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat.
- Sebanyak 631 personel gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap satu korban hilang bernama Algusral di lapangan.
SuaraSumbar.id - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (22/9/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan korban yang ditemukan merupakan seorang laki-laki bernama Dafi (20), warga Kayu Aro Aia Baliang.
“Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban atas nama Dafi pada pukul 13.30 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar 4,5 kilometer dari lokasi kejadian awal (LKP),” katanya.
Setelah ditemukan, jenazah Dafi langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arosuka, Kabupaten Solok.
Banjir bandang sebelumnya menerjang kawasan Jorong Arosuka, Kenagarian Batang Barus, dan Jorong Linjuang Koto Tinggi, Kenagarian Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9/2026) malam.
Bencana tersebut terjadi setelah wilayah itu diguyur hujan lebat sejak pukul 18.00 WIB. Berdasarkan pendataan sementara Kantor SAR Padang, sebanyak 36 orang terdampak dalam bencana tersebut. Dari jumlah itu, 32 orang dinyatakan selamat dan telah dievakuasi.
Sementara itu, empat orang mengalami luka-luka. Tiga korban menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban lainnya dirawat di RS Semen Padang.
Selain korban yang telah ditemukan meninggal dunia, satu orang lainnya masih dalam pencarian. Korban tersebut bernama Algusral (59), warga Jorong Pasar Usang Lubuk, Nagari Koto Gadang Guguak.
Abdul Malik mengatakan, operasi SAR pada hari kedua melibatkan 631 personel gabungan.
Dalam pencarian tersebut, tim gabungan mengerahkan berbagai alat utama dan peralatan pendukung, di antaranya excavator, drone termal, serta peralatan SAR darat dan air.
“Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus memaksimalkan penyisiran di lapangan guna mencari satu korban yang dilaporkan masih hilang,” katanya.
Kontributor : B Rahmat
Berita Terkait
-
Banjir Bandang Terjang Solok, 200 KK Terdampak dan 2 Warga Hilang
-
Satu Korban Banjir Bandang Solok Ditemukan Tewas, Tim SAR Sisir Lokasi Cari Korban Hilang Lainnya
-
DPR Sentil Penanganan Bencana Solok: Jangan Sibuk Cari Solusi Setelah Bencana Terjadi!
-
Banjir Bandang Solok: 4 Warga Luka, 11 Kantor Pemerintahan dan Puluhan Kendaraan Rusak Parah
-
Akses Solok-Padang Putus Dihantam Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Banjir Bandang Solok, 1 Korban Ditemukan Meninggal-1Masih Dicari
-
Surat Penetapan Eksekusi PN Padang Disobek, Pengadilan Lapor ke Polisi
-
Sharia Wealth Forum 2026, BRI Ungkap Peluang Diversifikasi lewat Investasi Syariah
-
4 Polisi di Solok Selatan Dipecat
-
Banjir Bandang di Solok, 4 Warga Terluka, 9 Keluarga Mengungsi