Suhardiman
Jum'at, 06 November 2026 | 12:16 WIB
Proses pembersihan material longsor yang memutus jalur Sumbar-Riau. [Suara.com/istimewa]
Baca 10 detik
  • Jalan raya penghubung Sumatera Barat dan Riau tertimbun material longsor di Pangkalan Limapuluh Kota.
  • Bencana longsor yang terjadi pada Jumat pagi tersebut mengakibatkan kemacetan panjang dan penutupan total akses jalan.
  • Petugas gabungan bersama masyarakat masih membersihkan material longsor menggunakan alat berat di lokasi kejadian.

SuaraSumbar.id - Jalan Raya Sumatera Barat (Sumbar)-Riau di kawasan Koto Alam, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, tertutup material longsor pada Jumat (6/11/2026) pagi.

Akibat kejadian tersebut, badan jalan tertimbun material longsor sehingga tidak bisa dilalui kendaraan. Kondisi ini mengakibatkan kemacetan panjang dari kedua arah, baik dari Sumatera Barat maupun Riau.

Petugas kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta berbagai unsur terkait bersama masyarakat masih melakukan pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan.

Untuk menghindari risiko dan memperlancar proses evakuasi material, akses jalan ditutup sementara dari kedua arah. Kendaraan dari Sumatera Barat maupun Riau belum diperbolehkan melintas.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Limapuluh Kota melalui Kabid KL, Ririanto Eko Putra, mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.

"Iya, tadi longsor terjadi sekitar pukul 8 pagi. Hingga saat ini pembersihan masih dilakukan, jalur kedua arah masih ditutup," katanya, Jumat (6/11/2026).

Ia menjelaskan, petugas bersama berbagai pihak terus berupaya maksimal membersihkan material longsor agar akses jalan nasional yang menghubungkan Sumatera Barat dan Riau tersebut dapat segera kembali dilalui kendaraan.

Menurutnya, proses pembersihan melibatkan banyak unsur, termasuk jajaran kepolisian dari Polsek Pangkalan yang turun langsung ke lokasi kejadian.

"Kita bersama pihak yang terlibat , masih di lapangan. Namun, hingga saat ini pembersihan material longsor masih terus dilakukan," pungkasnya.

Petugas masih berupaya mempercepat proses pembersihan menggunakan alat berat agar jalur penghubung Sumatera Barat-Riau tersebut dapat segera dibuka.

Kontributor : B Rahmat

Load More