- Satreskrim Polresta Padang mengamankan mahasiswa berinisial FNR di sebuah hotel di Padang Barat, Rabu (4/11/2026).
- Pelaku diduga melakukan perdagangan orang dan eksploitasi seksual terhadap korban anak di bawah umur berinisial SH.
- Polisi menyita sejumlah barang bukti dan membawa pelaku serta korban ke Mapolresta Padang untuk pemeriksaan intensif.
SuaraSumbar.id - Petugas Satreskrim Polresta Padang mengamankan seorang mahasiswa berinisial FNR (22) di sebuah hotel di kawasan Padang Barat, Kota Padang, Rabu (4/11/2026) dini hari.
Ia diduga terlibat dalam tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur. Kanit II Tipidter Satreskrim Polresta Padang, Ipda Surya Dini membenarkan pengungkapan kasus tersebut.
"Benar, tim kami telah mengamankan seorang laki-laki berinisial FNR yang diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang dan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur," katanya, Kamis (5/11/2026).
Ia menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan praktik eksploitasi seksual di sebuah hotel di Jalan Parak Kerambil I Nomor 11, Kelurahan Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim kepolisian yang dipimpin IPDA Surya Dini langsung melakukan penyelidikan ke lokasi. Petugas kemudian mendatangi hotel tersebut pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Di lokasi, polisi mendapati FNR yang diduga berperan sebagai mucikari bersama seorang perempuan berinisial SH (17) di dalam kamar hotel. Keduanya kemudian diamankan petugas tanpa perlawanan.
"Saat dilakukan pengecekan di lokasi, kami mendapati pelaku dan korban berada di dalam kamar hotel yang diduga tengah melakukan transaksi eksploitasi seksual. Keduanya langsung kami amankan tanpa perlawanan," jelasnya.
Dari tangan FNR, warga Kelurahan Lubuk Lintah, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya dua unit telepon genggam merek OPPO A6X dan Redmi 13C berwarna hitam, satu KTP milik terduga pelaku, satu kunci kamar hotel, satu kotak kondom merek Sutra berisi lima set, serta uang tunai sebesar Rp400.000.
Sementara itu, SH diketahui merupakan remaja berusia 17 tahun yang berasal dari Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Saat ini, FNR bersama korban dan seluruh barang bukti telah dibawa ke Mapolresta Padang untuk menjalani pemeriksaan intensif.
"Kami juga masih melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan maupun pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut," pungkasnya.
Kontributor : B Rahmat
Berita Terkait
-
Diiming-imingi Bonus Rp620 Juta, WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia
-
FIFA Catat 21 Kasus di Indonesia, PSBS Biak Sumbang 15 Larangan Registrasi Pemain
-
Olivia Padang dan Perjalanan Mengubah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai
-
Skema Padat Karya Bersihkan Lumpur Banjir Padang, Warga Dapat Insentif
-
Kemensos Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang di Kota Padang
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
-
Jokowi Pamer Ijazah di Depan Mukanya, Roy Suryo Ketawa Ngakak
-
Relawan Jokowi Padati PN Jaktim, Joget-Joget dan Bawa Poster Sindiran untuk Roy Suryo
-
Jokowi Bantah Roy Suryo di Sidang: Di Skripsi Saya Tak Ada Tulisan 'Tesis'
Terkini
-
Mahasiswa Asal Padang Diduga Terlibat Perdagangan Orang dan Eksploitasi Seksual Anak
-
Pesta Pernikahan di Padang Berujung Petaka, 20 Warga Diduga Keracunan
-
Sungai Lubuak Lakuak Meluap, Banjir Bandang Rendam Empat Jorong di Pandai Sikek
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi