-
Gunung Marapi erupsi semburkan abu vulkanik setinggi tiga kilometer.
-
Erupsi Gunung Marapi terjadi Kamis malam pukul 22.25 WIB.
-
Gunung Marapi sebelumnya juga mengalami erupsi beberapa kali.
SuaraSumbar.id - Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) kembali erupsi pada Kamis (5/2/2026) malam hari. Aktivitas vulkanik gunung yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar ini tercatat menyemburkan abu vulkanik dengan ketinggian signifikan.
Berdasarkan laporan resmi, Gunung Marapi erupsi pada pukul 22.25 WIB. Kolom abu teramati membumbung hingga sekitar tiga kilometer di atas puncak gunung, menandai peningkatan aktivitas vulkanik yang kembali perlu diwaspadai masyarakat sekitar.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi menyampaikan bahwa Gunung Marapi erupsi tersebut terekam jelas melalui pengamatan visual dari pos pemantauan.
Kolom abu berwarna kelabu pekat dengan intensitas sedang hingga tebal dan condong ke arah tertentu mengikuti arah angin.
"Telah terjadi erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat pukul 22.25 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 3.000 meter di atas puncak," kata petugas PGA Gunung Marapi Teguh Firmansyah, Jumat (6/2/2026).
Aktivitas Gunung Marapi erupsi ini menambah daftar kejadian erupsi yang terjadi sepanjang beberapa waktu terakhir.
Gunung api aktif yang berada di jalur Bukit Barisan tersebut memang dikenal memiliki tingkat aktivitas tinggi dan sering mengalami erupsi dalam skala kecil hingga menengah.
Sebelumnya, Gunung Marapi erupsi juga dilaporkan terjadi beberapa kali berdasarkan pemberitaan Suara.com dan Suara Sumbar.
Dalam sejumlah laporan terdahulu, Marapi tercatat memuntahkan abu vulkanik dengan ketinggian bervariasi, yang sempat berdampak pada jarak pandang dan aktivitas masyarakat di sekitar lereng gunung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebelumnya juga telah mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius yang telah ditentukan di sekitar kawah.
Peringatan tersebut tetap berlaku mengingat potensi awan panas, lontaran material vulkanik, serta hujan abu yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi mengenai dampak langsung terhadap permukiman warga akibat Gunung Marapi erupsi. Namun, masyarakat di wilayah Agam dan Tanah Datar diimbau tetap waspada serta mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang. (Antara)
Berita Terkait
-
Prabowo Kembali Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Sumatera Barat
-
Ratusan Rumah Luluh Lantak, Pemkab Agam Membutuhkan 525 Huntara Bagi Korban Banjir
-
Kisah Pria Sampai Sewa Alat Berat Sendiri, Demi Temukan Jasad Ibu yang Tertimbun Longsor di Agam
-
Update Terbaru Banjir Bandang dan Longsor Agam: 86 Orang Meninggal, 88 Orang Hilang, 2.500 Mengungsi
-
Video Longsor dan Banjir Bandang Terjang Danau Maninjau, Rumah Hancur dan Jalan Amblas
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
CEK FAKTA: Aturan Baru ASN Harus Pakai Seragam Biru Muda Gaya Kampanye Prabowo, Benarkah?
-
5 Merk Sunscreen Terbaik Lawan Flek Hitam, Bikin Kulit Cerah Sepanjang Hari
-
Jejak Dejan Antonic di Persita Tangerang, Lawan Semen Padang FC Akhir Pekan Ini
-
5 Sunscreen Lawan Kulit Berjerawat, Aman Dipakai Sehari-hari
-
Tol Sicincin-Bukittinggi Dibagi Dua Segmen, Pakai Terowongan Panjang dan Jembatan