- Dejan Antonic hadapi Persita dengan misi balas kekalahan putaran pertama.
- Semen Padang FC jalani laga kandang perdana putaran kedua.
- Dejan Antonic pernah membela Persita sebagai pemain era 1990-an.
SuaraSumbar.id - Dejan Antonic kembali menjadi sorotan menjelang laga penting Semen Padang FC kontra Persita Tangerang pada pekan ke-20 BRI Super League.
Pertandingan ini akan digelar di Stadion H Agus Salim, Kota Padang, Minggu (8/2/2026), sekaligus menjadi laga kandang pertama Kabau Sirah di putaran kedua musim ini.
Bagi Dejan Antonic, duel melawan Persita bukan sekadar pertandingan biasa. Selain mengusung misi membawa Semen Padang FC meraih kemenangan perdana di kandang, Dejan Antonic juga memiliki cerita masa lalu bersama klub yang dahulu berjuluk Pendekar Cisadane tersebut.
Pada laga ini, Dejan Antonic diharapkan mampu memimpin anak asuhnya tampil solid demi mengamankan tiga poin krusial. Kemenangan menjadi target mutlak Semen Padang FC, mengingat tim berambisi membalas kekalahan pada putaran pertama saat bertandang ke Tangerang.
Di balik tensi pertandingan, Dejan Antonic tercatat pernah menjadi bagian dari Persita pada musim kompetisi 1996-1997. Pelatih kelahiran Belgrade, Yugoslavia, 22 Januari 1969 itu, hijrah ke Persita setelah sebelumnya memperkuat Persebaya Surabaya. Saat itu, Persita dikenal sebagai salah satu tim yang diperhitungkan di kancah sepak bola nasional.
Menariknya, masa kebersamaan Dejan Antonic dengan Persita juga diwarnai perubahan peran di lapangan. Jika sebelumnya bermain sebagai penyerang, Dejan justru beralih posisi menjadi libero ketika membela Persita. Perubahan tersebut berjalan mulus dan membuat performa lini belakang Persita semakin solid di bawah arahan pelatih Benny Dollo.
Kemampuan Dejan Antonic menjalankan peran barunya membuat Persita tampil kompetitif. Ia bahkan sempat dipercaya mengenakan ban kapten tim bersama striker andalan Persita kala itu, Agus Suparman. Kontribusinya menjadi bagian penting dalam perjalanan Persita di musim tersebut.
Tak hanya dikenal di level klub, Dejan Antonic juga memiliki rekam jejak internasional. Ia merupakan bagian dari generasi emas Timnas Yugoslavia U-21 tahun 1987 bersama nama-nama besar seperti Robert Jarni, Zvonimir Boban, Robert Prosinecki, Mijatovic, dan Davor Suker.
Kini, setelah malang melintang melatih sejumlah klub di Indonesia, Hongkong, dan China, Dejan Antonic mengemban misi besar bersama Semen Padang FC.
Target utamanya adalah membawa Kabau Sirah bangkit dan keluar dari ancaman degradasi pada musim BRI Super League ini, dimulai dari kemenangan penting atas mantan klubnya, Persita. (Antara)
Berita Terkait
-
Alasan Muhammad Toha Tinggalkan Persita Tangerang ke DPMM FC Brunei Darussalam
-
Muhammad Toha Beri Salam Perpisahan ke Persita Tangerang
-
Kapten Persita Diincar Klub Elit Brunei, Bakal Duet dengan Ramadhan Sananta?
-
Persib Menjauh, Mental Juara Borneo FC Diuji Saat Jamu Persita
-
Kalah dari Persita Tangerang, Jean-Paul van Gastel Soroti Finishing PSIM Yogyakarta
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Ini Cara Mengetahui Rambut Rontok Membutuhkan Perawatan yang Lebih Sehat
-
BRI Bantu PMI Cirebon Bangun Usaha, Dari Purna Migran Jadi Pengusaha
-
5 Langkah Cegah Lonjakan Gula Darah di Pagi Hari, Penderita Diabetes Simak
-
Waspada! Dehidrasi hingga Hipertensi Bisa Picu Gagal Ginjal
-
Penyaluran Bantuan Jaminan Hidup Mencapai Rp11,06 Miliar