-
Erupsi Gunung Marapi tidak memengaruhi operasional penerbangan Bandara Internasional Minangkabau.
-
Pemantauan BIM memastikan abu vulkanik tidak memasuki area bandara operasional.
-
Kolom abu tinggi erupsi Marapi diawasi, kewaspadaan penerbangan tetap ditingkatkan.
SuaraSumbar.id - Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) kembali mengalami erupsi pada Kamis (5/2/2026) malam. Aktivitas vulkanik tersebut terjadi pukul 22.25 WIB dan langsung menjadi perhatian karena berdekatan dengan jalur penerbangan di kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman.
Pihak BIM memastikan operasional bandara tetap berjalan normal dan tidak terdampak erupsi Gunung Marapi. Hasil pemantauan sementara menunjukkan tidak adanya abu vulkanik yang masuk ke area operasional bandara, sehingga jadwal penerbangan masih berlangsung seperti biasa.
"Kondisi penerbangan masih aman. Alhamdulillah, sejauh ini observasi kami menggunakan paper test dinyatakan negatif," kata Branch Communication & CSR BIM, Feni Lindriany, Jumat (6/2/2026).
Menurut Feni, berdasarkan hasil pemantauan intensif, abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi tidak terdeteksi di wilayah bandara yang melayani penerbangan domestik dan internasional tersebut. Lokasi bandara yang berada di Kabupaten Padang Pariaman dipastikan berada di luar sebaran abu letusan.
"Abu vulkanik dari erupsi tidak sampai ke daerah bandara dan dipastikan penerbangan saat ini dalam kondisi aman," ujarnya.
Meski kondisi dinyatakan aman, pihak bandara tetap meningkatkan kewaspadaan. Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan guna memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga, seiring dengan aktivitas vulkanik Gunung Marapi yang masih dipantau secara ketat oleh otoritas berwenang.
Sebelumnya, Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar dilaporkan mengalami erupsi pada Kamis (5/2/2026) malam pukul 22.25 WIB.
Letusan tersebut menyemburkan kolom abu setinggi sekitar 3.000 meter dari puncak gunung, memicu peningkatan status kewaspadaan di sekitar kawasan gunung api aktif itu.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA Gunung Marapi) Teguh Firmansyah menyampaikan bahwa kolom abu dari erupsi Gunung Marapi teramati mencapai sekitar 5.891 meter di atas permukaan laut.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah timur laut," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Ratusan Rumah Luluh Lantak, Pemkab Agam Membutuhkan 525 Huntara Bagi Korban Banjir
-
Kisah Pria Sampai Sewa Alat Berat Sendiri, Demi Temukan Jasad Ibu yang Tertimbun Longsor di Agam
-
Update Terbaru Banjir Bandang dan Longsor Agam: 86 Orang Meninggal, 88 Orang Hilang, 2.500 Mengungsi
-
Video Longsor dan Banjir Bandang Terjang Danau Maninjau, Rumah Hancur dan Jalan Amblas
-
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Muntahkan Abu Vulkanik Lebih Tinggi
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Bandara Internasional Minangkabau Layani 33 Penerbangan Sehari, Didominasi Rute Jakarta
-
Rekayasa Arus Sumbar-Riau Diperpanjang hingga Malam Ini, Polisi Fokus Antisipasi Lonjakan Arus Balik
-
Gunung Marapi Erupsi Lagi, Aktivitas Vulkanik Terekam Dua Kali Sehari
-
Auditor Teddy Bebas di Kasus Korupsi Dana Trans Padang, 2 Ahli Nyatakan Putusan Vonis Sudah Tepat
-
Libur Lebaran 2026, Istano Basa Pagaruyung Diserbu Wisatawan hingga Tembus 10 Ribu Pengunjung Sehari