Riki Chandra
Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:13 WIB
Ilustrasi Gunung Marapi Erupsi. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  •  Erupsi Gunung Marapi tidak memengaruhi operasional penerbangan Bandara Internasional Minangkabau.

  • Pemantauan BIM memastikan abu vulkanik tidak memasuki area bandara operasional.

  • Kolom abu tinggi erupsi Marapi diawasi, kewaspadaan penerbangan tetap ditingkatkan.

SuaraSumbar.id - Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) kembali mengalami erupsi pada Kamis (5/2/2026) malam. Aktivitas vulkanik tersebut terjadi pukul 22.25 WIB dan langsung menjadi perhatian karena berdekatan dengan jalur penerbangan di kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman.

Pihak BIM memastikan operasional bandara tetap berjalan normal dan tidak terdampak erupsi Gunung Marapi. Hasil pemantauan sementara menunjukkan tidak adanya abu vulkanik yang masuk ke area operasional bandara, sehingga jadwal penerbangan masih berlangsung seperti biasa.

"Kondisi penerbangan masih aman. Alhamdulillah, sejauh ini observasi kami menggunakan paper test dinyatakan negatif," kata Branch Communication & CSR BIM, Feni Lindriany, Jumat (6/2/2026).

Menurut Feni, berdasarkan hasil pemantauan intensif, abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi tidak terdeteksi di wilayah bandara yang melayani penerbangan domestik dan internasional tersebut. Lokasi bandara yang berada di Kabupaten Padang Pariaman dipastikan berada di luar sebaran abu letusan.

"Abu vulkanik dari erupsi tidak sampai ke daerah bandara dan dipastikan penerbangan saat ini dalam kondisi aman," ujarnya.

Meski kondisi dinyatakan aman, pihak bandara tetap meningkatkan kewaspadaan. Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan guna memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga, seiring dengan aktivitas vulkanik Gunung Marapi yang masih dipantau secara ketat oleh otoritas berwenang.

Sebelumnya, Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar dilaporkan mengalami erupsi pada Kamis (5/2/2026) malam pukul 22.25 WIB.

Letusan tersebut menyemburkan kolom abu setinggi sekitar 3.000 meter dari puncak gunung, memicu peningkatan status kewaspadaan di sekitar kawasan gunung api aktif itu.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA Gunung Marapi) Teguh Firmansyah menyampaikan bahwa kolom abu dari erupsi Gunung Marapi teramati mencapai sekitar 5.891 meter di atas permukaan laut.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah timur laut," katanya. (Antara)

Load More