Riki Chandra
Rabu, 21 Januari 2026 | 22:15 WIB
Ilustrasi harimau sumatera. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  •  Harimau Sumatera kembali muncul dan resahkan warga Agam.

  • Pemnag Ampek Koto Palembayan halau harimau dengan sirene ambulans.

  • BKSDA Sumbar lakukan verifikasi dan penanganan lapangan.

SuaraSumbar.id - Kemunculan Harimau Sumatera di permukiman warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali menimbulkan kewaspadaan. Pemerintah Nagari (Pemnag) Ampek Koto Palembayan, Kecamatan Palembayan, bersama warga setempat melakukan upaya penghalauan setelah Harimau Sumatera terlihat mendekati kawasan kebun dan permukiman masyarakat, Rabu (21/1/2026).

Wali Nagari Ampek Koto Palembayan, Roni Akmal, menjelaskan bahwa laporan kemunculan Harimau Sumatera pertama kali diterima dari warga yang sedang berada di kebun.

Mendapatkan informasi tersebut, perangkat nagari langsung bergerak menuju lokasi kemunculan di Jorong Piladang dengan membawa mobil ambulans sebagai sarana penghalauan.

“Perangkat nagari datang bersama mobil ambulans. Sesampainya di lokasi, mereka menyalakan sirene mobil ambulans milik nagari,” katanya.

Menurut Roni Akmal, mobil ambulans tersebut sengaja dibawa karena suara sirene dinilai dapat membuat satwa liar menjauh dari permukiman. Warga sebelumnya sempat mendengar auman Harimau Sumatera beberapa kali saat berada di kebun pada Rabu (21/1) siang.

Mendengar suara tersebut, warga memilih menghentikan aktivitas dan kembali ke rumah untuk melaporkan kejadian itu kepada perangkat nagari.

“Mendapatkan laporan itu, perangkat nagari bersama warga langsung menuju lokasi dan kemunculan harimau tersebut telah dilaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar,” katanya.

Kemunculan Harimau Sumatera di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi. Roni Akmal menyebutkan bahwa sebelumnya satwa dilindungi itu sempat muncul dan bahkan mengejar seorang pedagang ikan di jalan provinsi yang menghubungkan Palembayan menuju Palupuh pada 8 Januari 2026.

Selain itu, pada 16 Januari 2026, Harimau Sumatera juga diduga memangsa ternak jenis anjing milik warga setempat.

“Kami telah ke lokasi dan menemukan jejak harimau di tempat tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, membenarkan pihaknya telah menerima laporan resmi dari pemerintah nagari terkait kemunculan Harimau Sumatera di permukiman warga Agam.

“Kami langsung melakukan penanganan interaksi negatif harimau dengan manusia setelah mendapatkan laporan tersebut dan saat ini petugas sedang dalam perjalanan,” katanya.

Ade Putra menambahkan, petugas BKSDA Sumbar akan melakukan verifikasi lapangan melalui wawancara dengan saksi mata serta pencarian tanda keberadaan satwa, seperti jejak kaki, cakaran, kotoran, dan tanda lainnya.

Selain itu, petugas juga akan memasang kamera trap atau kamera jebak serta melakukan penghalauan, bergantung pada hasil verifikasi di lapangan.

“Kami melakukan penanganan untuk beberapa hari ke depan dan jika diperlukan akan dilakukan evakuasi terhadap satwa tersebut,” katanya.

Load More