-
Pemprov Sumbar siapkan pembongkaran paksa bangunan tanpa izin konservasi.
-
Tenggat lima bulan diabaikan dan hotel ilegal segera dieksekusi.
- Kementerian PU tegaskan bangunan sempadan sungai tak legal.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memastikan langkah tegas terhadap bangunan tanpa izin yang masih berdiri di kawasan konservasi sempadan Sungai Batang Anai, Kabupaten Tanah Datar.
Setelah tenggat waktu yang diberikan berakhir tanpa respons, pemerintah daerah memutuskan pembongkaran paksa demi menegakkan aturan pemanfaatan ruang.
Keberadaan bangunan tanpa izin di wilayah yang masuk kawasan lindung tersebut dinilai melanggar ketentuan tata ruang dan konservasi.
Pemprov Sumbar menegaskan, proses penertiban ini bukan keputusan mendadak, melainkan hasil evaluasi panjang serta koordinasi lintas instansi agar eksekusi berjalan tertib dan sesuai hukum.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbar, Arry Yuswandi, mengatakan bahwa sebelum eksekusi dilakukan, pemerintah akan tetap mengedepankan prosedur resmi.
“Kami akan melakukan komunikasi dan pemberitahuan resmi sebelum eksekusi. Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang sedang mematangkan SOP agar pembongkaran berjalan aman dan tertib hukum,” kata Arry Yuswandi
Menurut Arry, Pemprov Sumbar telah memberi kesempatan selama lima bulan kepada PT HSH selaku pemilik bangunan tanpa izin berupa hotel dan rest area di kawasan konservasi tersebut. Namun, hingga batas waktu berakhir, tidak ada langkah pembongkaran mandiri yang dilakukan pemilik.
“Setelah tenggat waktu lima bulan yang diberikan tidak diindahkan, Pemprov Sumbar memastikan akan membongkar paksa bangunan hotel dan rest area tak berizin milik PT HSH,” katanya.
Keputusan pembongkaran ini diambil setelah adanya kesepakatan final terkait penertiban pemanfaatan ruang di kawasan sempadan Sungai Batang Anai. Rapat penertiban melibatkan unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta instansi vertikal guna memastikan tidak ada celah hukum dalam pelaksanaan kebijakan.
Dalam kesepakatan tersebut, Pemprov Sumbar menegaskan pembongkaran paksa dilakukan sesuai diktum ketiga Keputusan Gubernur Nomor 640-445-2025. Langkah ini ditempuh karena pemilik bangunan mengabaikan perintah pembongkaran mandiri yang telah diberikan sebelumnya.
Selain itu, Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Sumbar menegaskan bahwa upaya hukum yang sempat ditempuh oleh pihak pemilik tidak mengubah fakta utama. Pembangunan komersial tersebut tetap dinyatakan tidak memiliki izin dan bertentangan dengan aturan pemanfaatan ruang.
Penguatan hukum juga datang dari pemerintah pusat. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dengan Surat Nomor SA0501/B/Ar/2026/01 tertanggal 2 Januari 2026 memvalidasi bahwa pembangunan komersial di sempadan sungai merupakan pelanggaran yang tidak dapat dilegalkan.
Arry Yuswandi menegaskan, meskipun eksekusi dilakukan secara paksa, aspek hukum tetap menjadi perhatian utama.
“Eksekusi dilakukan secara paksa, prosedur standar (SOP) dan aspek legalitas tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Dengan langkah ini, Pemprov Sumbar berharap penertiban bangunan tanpa izin di kawasan konservasi dapat menjadi contoh penegakan hukum tata ruang di Sumbar. (Antara)
Berita Terkait
-
Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya
-
Keanekaragaman Hayati Diajarkan di Kelas, Dihancurkan di Dunia Nyata
-
Mitigasi Galodo Solok Diperkuat, 3 Sistem Peringatan Dini Dipasang dan 2 Sabo Dam Disiapkan
-
Revisi UU Kehutanan Sekadar Tambal Sulam: Siapa yang Sebenarnya Dilindungi?
-
Migas Tak Hanya Soal Produksi, Konservasi Pesisir Ikut Jadi Perhatian
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar