-
Kak Seto tekankan perlakuan khusus bagi anak korban banjir.
-
Pendampingan psikologis dilakukan LPAI di berbagai wilayah Sumatera.
-
Lingkungan ramah anak penting untuk pemulihan trauma pascabencana.
SuaraSumbar.id - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau Kak Seto, menegaskan pentingnya anak penyintas banjir Sumatera mendapatkan perlakuan khusus pascabencana.
Penanganan tersebut dinilai krusial untuk membantu pemulihan mental anak-anak yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah Pulau Sumatera.
"Iya, tentu saja (butuh treatment khusus)," kata Kak Seto di sela pendampingan psikologis (trauma healing) bagi anak penyintas banjir Sumatera di Sekolah Dasar Negeri 07 Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (8/1/2026).
Menurut Kak Seto, setiap bencana yang menimpa anak-anak membutuhkan pendekatan berbeda. Anak termasuk kelompok rentan yang memerlukan perhatian lebih agar proses pemulihan berjalan optimal.
Karena itu, anak penyintas banjir Sumatera harus mendapatkan pendampingan intensif, terutama untuk mengatasi dampak psikologis yang muncul setelah bencana.
"Jadi, itu harus ada treatment khusus bagi anak-anak korban banjir," kata dia.
Sejak bencana ekologis melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Provinsi Aceh, LPAI langsung bergerak ke lapangan.
Lembaga ini memberikan pendampingan khusus dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk asosiasi dokter psikiater dan tenaga profesional lainnya. Upaya tersebut difokuskan pada pemulihan kondisi psikologis anak-anak agar mereka dapat kembali beraktivitas secara normal.
Pendampingan tidak hanya dilakukan di Kota Padang. Kak Seto bersama tim juga hadir di Kabupaten Pesisir Selatan untuk memberikan layanan psikologis bagi anak-anak terdampak.
Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari bermain bersama, bernyanyi, permainan tebak-tebakan, kuis interaktif, hingga pembagian hadiah. Aktivitas tersebut dirancang untuk menciptakan suasana aman dan menyenangkan bagi anak-anak.
Pendekatan melalui permainan dinilai efektif untuk membantu anak mengekspresikan perasaan mereka. Dalam suasana yang lebih rileks, anak-anak diharapkan mampu perlahan melepaskan rasa takut dan cemas akibat bencana yang dialami.
Peraih penghargaan Peace Messenger Award dari Sekretaris Jenderal PBB Javier Perez de Cuellar pada 1987 itu juga menyoroti pentingnya keberlanjutan lingkungan ramah anak pascabencana alam yang terjadi pada November 2025. Konsistensi ini dinilai sebagai kunci agar proses pemulihan berjalan berkelanjutan.
Lingkungan ramah anak, lanjut Kak Seto, harus diwujudkan di seluruh daerah terdampak, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dengan dukungan lingkungan yang aman dan suportif, anak penyintas banjir Sumatera diharapkan dapat segera pulih dari trauma dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik. (Antara)
Berita Terkait
-
Sumbar Dikepung Asap Karhutla dari Jambi dan Riau! Warga Diimbau Pakai Masker Demi Kesehatan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan Dari KPR Hingga Digitalisasi Layanan Publik
-
Ketika Ruang Belajar Berubah Menjadi Tempat Kekerasan
-
Kak Seto Usul Seluruh RT di Jakarta Punya Seksi Perlindungan Anak
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Desa BRILiaN Balbar Sofifi, UMKM Turut Rasakan Manfaatnya
-
Warga Agam Temukan Tengkorak-Tulang Manusia di Sawah, Diduga Korban Bencana
-
Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT
-
Kisah Haru PMI Yuni, BRI Pertemukan dengan Ibunya Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
BRImo Taiwan, Langkah BRI Dekatkan Layanan Kepada Pekerja Migran Indonesia