Riki Chandra
Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:15 WIB
ilustrasi bansos. [Dok. Unplash]
Baca 10 detik
  • Bansos 2026 fokus jaga ekonomi keluarga rentan dan berkelanjutan.
  • PKH, BPNT, PIP, dan JKN tetap jadi tulang punggung.
  • Modal usaha dorong penerima bansos naik kelas mandiri.

SuaraSumbar.id - Bantuan sosial (Bansos) 2026 dipastikan tetap berjalan seiring keputusan pemerintah melanjutkan program bansos yang dinilai paling esensial.

Memasuki tahun anggaran baru, pemerintah tidak membuka banyak skema baru, melainkan memfokuskan Bansos 2026 untuk menjaga ketahanan ekonomi keluarga rentan di tengah tekanan biaya hidup.

Arah kebijakan Bansos 2026 menegaskan bahwa bantuan sosial tidak lagi semata bersifat konsumtif.

Pemerintah menempatkan Bansos 2026 sebagai instrumen transisi agar sebagian penerima mampu naik kelas dan lebih mandiri secara finansial. Pendekatan ini dirancang agar bantuan yang diberikan tetap relevan dan tepat sasaran.

Dalam pelaksanaannya, Bansos 2026 masih memprioritaskan kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan berkelanjutan.

Pemerintah menetapkan keluarga miskin dan rentan, anak usia sekolah, lansia, penyandang disabilitas berat, serta masyarakat dengan keterbatasan akses layanan kesehatan sebagai kelompok utama penerima manfaat.

Program andalan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dipastikan tetap disalurkan.

Bantuan tunai PKH akan diberikan secara bertahap sepanjang tahun, sementara bantuan pangan senilai Rp200.000 per bulan disalurkan secara berkala. Skema ini dirancang agar keluarga penerima tidak mengalami guncangan ekonomi mendadak.

Di sektor pendidikan, Program Indonesia Pintar (PIP) tetap dilanjutkan sebagai bagian dari Bansos 2026. Bantuan ini ditujukan untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu guna membantu biaya perlengkapan sekolah dan menjaga keberlanjutan pendidikan hingga jenjang menengah.

Sementara itu, pemerintah juga memastikan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat miskin tetap ditanggung negara.

Kebijakan ini menjaga akses layanan kesehatan tetap terbuka tanpa beban biaya, mengingat pengeluaran kesehatan menjadi salah satu risiko terbesar bagi keluarga rentan.

Untuk menjaga stabilitas konsumsi, program bantuan beras 10 kilogram diproyeksikan berlanjut sebagai bagian dari cadangan pangan nasional. Selain membantu masyarakat, kebijakan ini juga berperan menahan gejolak harga pangan di pasar.

Kelompok lansia dan penyandang disabilitas mendapat atensi khusus melalui bantuan rehabilitasi sosial, seperti alat bantu mobilitas, dukungan konsumsi harian, serta pendampingan sosial. Pendekatan ini menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan nyata penerima.

Salah satu arah baru Bansos 2026 adalah penyaluran bantuan modal usaha hingga Rp5 juta bagi penerima usia produktif. Program ini disertai pelatihan keterampilan dan mendorong penerima untuk siap keluar dari bansos reguler.

Melalui struktur tersebut, Bansos 2026 diharapkan mampu menjaga kebutuhan dasar masyarakat, menahan laju kemiskinan, serta melahirkan kelompok penerima yang mandiri secara ekonomi. Pemerintah menegaskan Bansos 2026 bukan sekadar bantuan, melainkan jembatan menuju kesejahteraan jangka panjang.

Load More