Riki Chandra
Jum'at, 02 Januari 2026 | 18:17 WIB
Proses evakuasi jasad korban banjir bandang ditemukan di Kampung Tanjung Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Kamis (1/1/2026) sore. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  •  Jasad korban banjir bandang di Agam ditemukan saat pembersihan material menggunakan ekskavator.

  • Korban ditemukan tidak utuh di lokasi bekas banjir bandang Palembayan.

  • Pencarian korban banjir bandang sebelumnya telah dihentikan atas persetujuan keluarga.

SuaraSumbar.id - Satu jasad korban banjir bandang kembali ditemukan di Kampung Tanjung, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (1/1/2026) sore.

Penemuan tersebut terjadi saat alat berat jenis ekskavator dikerahkan untuk membersihkan sisa material bencana yang sempat menimbun kawasan permukiman warga.

Kapolsek Palembayan, AKP Alwizi Syafriadi mengatakan, jasad korban banjir bandang Palembayan ditemukan dalam kondisi tidak utuh.

Saat ditemukan, jasad tersebut tidak memiliki kedua kaki dan berada di antara tumpukan material yang terbawa arus deras banjir bandang beberapa waktu lalu.

"Jasad korban langsung dibawa ke RSUD Lubuk Basung guna identifikasi," katanya.

AKP Alwizi menjelaskan, jasad korban banjir bandang Palembayan ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB ketika alat ekskavator tengah melakukan pembersihan material banjir bandang di Kampung Tanjung, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan.

Proses pembersihan ini dilakukan untuk membuka kembali akses warga sekaligus memastikan tidak ada lagi material berbahaya di lokasi terdampak.

Saat itu, operator alat berat mendapati satu jasad tidak utuh di dalam tumpukan material banjir bandang. Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada petugas di lapangan dan segera dilakukan proses evakuasi dengan pengamanan ketat.

Pascapenemuan, aparat gabungan langsung melakukan pencarian lanjutan terhadap sisa bagian tubuh korban. Proses pencarian melibatkan personel Brimob Polda Sumbar, personel Polsek Palembayan, serta masyarakat sekitar yang turut membantu penyisiran di lokasi kejadian.

"Sisa tubuh korban tersebut tidak ditemukan dan pencarian dihentikan sampai pukul 18.30 WIB," katanya.

Menurut AKP Alwizi, lokasi penemuan jasad korban merupakan area yang sebelumnya diterjang banjir bandang Palembayan pada 27 November 2025. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan parah dan menimbun sejumlah titik dengan material lumpur, batu, serta kayu berukuran besar.

Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, relawan, dan unsur lainnya telah melakukan pencarian intensif terhadap korban bencana di wilayah tersebut. Namun, proses pencarian resmi korban banjir bandang Palembayan telah dihentikan.

"Pencarian korban banjir bandang dihentikan pada Senin (22/12) berdasarkan persetujuan pihak keluarga," katanya.

Diketahui, banjir bandang Palembayan terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi dalam waktu lama. Dampak bencana tersebut sangat besar, dengan total 136 orang dilaporkan meninggal dunia di Kecamatan Palembayan. Korban tersebar di Nagari Salareh Aia, Salareh Aia Timur, dan Tigo Koto Silungkang.

Selain korban meninggal, tercatat sebanyak 32 warga dinyatakan hilang. Bencana alam ini juga mengakibatkan ratusan rumah warga rusak, baik rusak berat maupun ringan, serta menghancurkan infrastruktur pendukung kehidupan masyarakat setempat. (Antara)

Load More