-
Pengungsi banjir Maninjau meningkat jadi 428 orang dalam waktu singkat.
-
Banjir bandang rusak rumah, warung, penginapan, serta jalan provinsi.
-
Alat berat diterjunkan, pembersihan material longsor mulai dilakukan.
SuaraSumbar.id - Jumlah pengungsi yang terdampak banjir bandang di Maninjau terus mengalami peningkatan. Ratusan warga kini tinggal di pengungsian sementara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, mencatat pengungsi dampak bencana di Muaro Pisang, Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya mencapai 428 orang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengatakan peningkatan jumlah pengungsi dampak banjir bandang Maninjau terjadi dalam waktu singkat.
“Sebelumnya pengungsi hanya 314 orang dan kini bertambah menjadi 428 orang,” kata Abdul Ghafur, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan, para pengungsi berasal dari wilayah yang rumahnya rusak serta berada di zona merah di sepanjang Sungai Muaro Pisang. Dampak banjir bandang Maninjau tersebut membuat warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka demi keselamatan.
“Pengungsi sebelumnya tercatat hanya 100 kepala keluarga dan menjaga 160 kepala keluarga,” ujarnya.
Para warga terdampak saat ini mengungsi di mushala, rumah keluarga, hingga fasilitas pemerintahan setempat. BPBD Agam mencatat kerusakan cukup parah akibat terjangan arus air bercampur lumpur dan material bebatuan.
“Ada empat unit rumah, warung tiga unit dan penginapan dua unit yang rusak berat akibat bencana ini,” kata Abdul Ghafur.
Menurutnya, banjir bandang Maninjau bukan kali pertama melanda kawasan Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya. Peristiwa serupa sebelumnya juga pernah terjadi akibat meluapnya Sungai Muaro Pisang, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah hulu.
Bencana kali ini dipicu oleh longsor yang terjadi pada Rabu (31/12/2025) malam di tebing jalan Kelok 25, Jorong Kuo Tigo Koto, Nagari Matua Mudik, Kecamatan Matur. Longsoran tersebut menutup aliran sungai dengan material tanah dan bebatuan sehingga menyebabkan sungai tersumbat.
Akibat sumbatan tersebut, air sungai kemudian mencari aliran baru ke arah Simpang Maninjau. Air yang meluap membawa material lumpur dan bebatuan dalam jumlah besar hingga menghantam permukiman warga. Empat unit rumah, tiga unit warung, dan dua penginapan dilaporkan rusak berat akibat banjir bandang Maninjau pada malam kejadian.
Selain merusak permukiman, material banjir juga berdampak pada akses transportasi utama.
“Material banjir juga menimbun satu unit jalan, badan jalan provinsi penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi sepanjang 30 meter dan tinggi satu meter mengakibatkan jalan putus total,” ujar Abdul Ghafur.
Ia menambahkan, upaya penanganan terus dilakukan. Alat berat mulai dikerahkan pada Jumat (2/1) pagi untuk membersihkan material yang menimbun badan jalan provinsi.
Sementara itu, hasil pantauan di sepanjang Kelok 9 hingga Kelok 25 menunjukkan tidak ada lagi material longsor yang menutupi aliran Sungai Muaro Pisang.
Berita Terkait
-
Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Demi Beraktivitas, Warga Bireuen Aceh Bertaruh Nyawa Naik Kereta Gantung
-
SIG Pasok 36 Ribu Bata Interlock Untuk Percepat Huntap Sumbar
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Angin Puting Beliung Terjang Agam, Dua Rumah Rusak dan Warung Tertimpa Pohon
-
Kronologi Aksi Foto Rombongan Arteria Dahlan di Tikungan Sitinjau Lauik: Bermula dari Miskomunikasi
-
Bandara Minangkabau Padat, 47 Penerbangan Hilir Mudik dalam Sehari, Rute Jakarta Mendominasi
-
Buntut Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Sitinjau Lauik, Kapolres Solok Kota Minta Maaf
-
Sering Terendam Banjir, Pemkab Padang Pariaman Putuskan Relokasi Puskesmas Sintuk