-
Aksi bersih pantai pulihkan pesisir dan aktivitas nelayan pascabencana.
-
Sampah kayu banjir dimanfaatkan sebagai bahan bakar PLTU.
-
Kolaborasi KKP dan daerah dorong pemulihan lingkungan berkelanjutan.
SuaraSumbar.id - Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar aksi bersih pantai Padang di Pantai Muaro Gantiang, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Sumatera Barat (Sumbar).
Kegiatan ini dilakukan untuk membersihkan tumpukan sampah kayu yang hanyut akibat banjir bandang pada 28 November 2025 dini hari, sekaligus memulihkan aktivitas nelayan di kawasan pesisir.
Dalam aksi bersih pantai Padang tersebut, kayu-kayu yang menumpuk di pinggir pantai, yang biasanya dimanfaatkan nelayan untuk mendaratkan perahu, dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar PLTU Teluk Sirih.
Langkah ini menjadi solusi pengelolaan sampah kayu banjir yang tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga bernilai guna bagi sektor energi.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menilai Aksi Bersih Pantai Padang sebagai bentuk kolaborasi konkret antara KKP dan PT PLN Indonesia Power UBP Teluk Sirih.
“Kolaborasi KKP dengan PT PLN Indonesia Power UBP Teluk Sirih ini, merupakan implementasi amanah UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah,” ungkap Alex dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (23/12/2025).
Alex menegaskan, pemanfaatan sampah kayu banjir tidak hanya dapat dilakukan pemerintah pusat melalui KKP, tetapi juga oleh gubernur, bupati, dan wali kota sesuai kebutuhan daerah. Di tengah keterbatasan fiskal daerah, menurutnya, langkah tersebut dapat mempercepat pembangunan pada masa pemulihan pascabencana.
“KKP telah memberikan contoh, bahwa sampah kayu itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan PLTU Teluk Sirih,” terang Alex.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga dapat memanfaatkan kayu-kayu tersebut untuk pembangunan hunian sementara (Huntara) maupun hunian tetap (Huntap) bagi korban banjir.
Menurut Alex, kayu hasil banjir bandang itu berpotensi digunakan untuk berbagai kebutuhan konstruksi, seperti kusen, pintu, jendela, kuda-kuda rumah, hingga jembatan darurat.
“Melihat jenis dan bentuk kayu yang hanyut, kayu-kayu tersebut memang cocok untuk dimanfaatkan kembali untuk kepentingan yang lebih strategis dalam penanganan dampak bencana,” jelasnya.
Namun, Alex juga mengingatkan pentingnya kepastian hukum bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan kayu tersebut.
“Jika tak ada kepastian hukumnya, kayu-kayu yang kini menghambat aktivitas nelayan untuk melaut itu, berpotensi besar untuk dimanfaatkan para mafia kayu yang telah membabat hutan kita,” tegas anggota DPR RI Dapil Sumbar I itu.
Sementara itu, Dirjen Pengelolaan Kelautan KKP, A Koswara, menegaskan Aksi Bersih Pantai Padang merupakan bagian dari tanggung jawab KKP dalam menjaga ekosistem pesisir pascabencana.
“Aksi bersih pantai dan laut ini merupakan upaya nyata Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memulihkan ekosistem pesisir pascabencana, sekaligus memastikan aktivitas masyarakat pesisir, terutama nelayan, dapat kembali berjalan dengan aman dan berkelanjutan,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Komisi I DPR RI Kawal Kasus Teror Aktivis KontraS, Evaluasi Serius Pelanggaran Oknum TNI
-
Bamsoet: Negara Bukan Dalang Teror Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Demi Beraktivitas, Warga Bireuen Aceh Bertaruh Nyawa Naik Kereta Gantung
-
7 Lagu Mudik Padang Terpopuler yang Wajib Masuk Playlist Lebaran
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
Terkini
-
Gunung Marapi Erupsi Lagi, Aktivitas Vulkanik Terekam Dua Kali Sehari
-
Auditor Teddy Bebas di Kasus Korupsi Dana Trans Padang, 2 Ahli Nyatakan Putusan Vonis Sudah Tepat
-
Libur Lebaran 2026, Istano Basa Pagaruyung Diserbu Wisatawan hingga Tembus 10 Ribu Pengunjung Sehari
-
Bukittinggi Usul Jadi Daerah Istimewa, Momentum 100 Tahun Jam Gadang Didorong ke Pusat
-
Erupsi Gunung Marapi 26 Detik, Kolom Abu Tak Terlihat